Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Batu di Malam Hari yang Spektakuler

Hei, saya baru tau kalo kota Batu itu sudah pisah dari Malang, dan menjadi kota sendiri, Kota Batu. Menurut saya kota ini, keren (pake banget). Batu itu semacam "Puncak"nya Malang. Alun-alun Kota Batu konon katanya mencapai Milyaran, yah, gak heran sih, mungkin ini satu-satu nya alun-alun kota di Indonesia yang ada Kincir Raksasa nya (semacam di Dufan), dan lebih unik lagi, bangunan toilet umumnya berbentuk apel (khas Kota Batu).

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan visit ke Batu, menginap di Hotel Kusuma Agro Wisata. Katanya mas-mas guide sih, hotel ini sering dipake sama Pak Pres kalo lagi liburan ke Batu. Dalam hati sihh... so what gitu loh... lo mau bangga karena nginep di hotel yang sering dipake presiden? ya elah.. presiden juga manusia kali. Oke, skip that. Saya mau cerita tentang sebuah tempat wisata di Batu yang menurut saya amat sangat keren banget.


Namanya Batu Night Spectacular (BNS). Waktu dijelasin sama mas guide, saya kira tempat ini cuma semacam pasar malem gitu deh, tapi ternyata saya salah! Iya sih, saya emang belum pernah dateng ke Trans Studio di Bandung apalagi di Makassar, yang konsepnya indoor dan banyak lampu-lampu itu. Tapi menurut saya BNS lebih alami dalam menampilkan keindahan cahaya lampu.  Karena malam hari, kegelapannya itu jadi natural, ditambah hawa-hawa Batu yang dingin gimana gitu, ini tempat jadi asik banget. Saya sih berasa kaya di luar negeri, kaya di film-film *norak level tinggi. Dimana lagi coba, tempat di Indonesia, yang ada wahana-wahananya, ada tempat nongkrong-nongkrongnya, ada tempat jualan souvenir yang luas (banget), buka di malam hari!


Meskipun wahana-wahananya ga seekstrim di Dufan, tapi jumlahnya banyak banget dan cukup seru. Sampe ada tempat ice skating, paintball, karoke, di Dufan or Trans Studio mana ada.. Sayangnya waktu itu karena saya & rombongan dikasih waktu cuma 1,5 jam (fiuhhh....) jadi cuma sempet naek bom-bom car, rumah yang diputer-puter (ga tau apa namanya), sama masuk ke lampion garden buat foto-foto. Segitu aja udah kerasa serunya, apalagi saya pergi bareng rombongan orang-orang kantor yang biasanya kita ngomongin kerjaan mulu, kali ini waktunya hepi-hepi :D. 

Next time, kalo ada waktu saya pasti kesini lagi.. harus! :)





Hati-Hati dengan Egois yang Tak Disadari

Hari ini, sejarah berulang. Ya, Indonesia kembali bertemu melawan Malaysia di final Sea Games, persis sama seperti akhir tahun 2010 lalu, di final piala AFF. Hasilnya juga persis, Indonesia runner up a.k.a kalah. Eniwei, bukan itu topik utama saya.

Hari ini, saya baru menyadari bahwa dunia ini tak seramah yang kita pikir, bahwa orang-orang di sekitar kita tak setulus yang kita pikir, bahwa saya terlalu polos dan terlalu kecewa. Eniwei, biarin aja sih.. ini bukan hal yang worth it untuk diperbincangkan (kenapa juga ditulis?!? he2... curcol..)

Hari ini, pertahanan hati, jiwa dan emosi saya diobrak-abrik oleh berbagai macam hal secara bersamaan (ga ada hubungannya sama kekalahan Indonesia loh) . Ini cukup membuat saya sedikit labil. Mau menguatkan diri sendiri ya susah juga, sebagai makhluk sosial tentu saja saya membutuhkan orang lain, dan sebagai hamba Allah, tentu saja saya membutuhkan Allah untuk bertopang.  Jadi bohong banget kalo ada seseorang yang dilanda segala kesulitan dan kegelisahan lalu dia memulihkannya sendiri, pasti ada campur tangan lain. 

Seringkali saya sebagai manusia yang berteriak menuduh orang egois, padahal saya sendiri bertindak egois tanpa sadar. Bukankah kita mendapat perlakuan seperti apa kita memperlakukan? Contoh sederhananya, saya hanya mengadu dan menangis kepada Allah saat mendapat kesusahan, sedangkan ketika mendapat kebahagiaan, saya lupa, lupa untuk bersyukur, lupa untuk sekedar khusyu ketika sholat. Atau contoh lain, ketika saya sedang sedih, saya mendatangi atau curhat sama temen saya, minta dia mendengarkan dengan sepenuh hati dan memberi solusi, tapi disaat yg bersamaan saya justru tak pernah menanyakan bagaimana kabarnya pada saat itu, jangan-jangan dia sedang sedih juga (dan saya menambahnya dengan cerita sedih saya!). 

Duhai, janganlah menuduh meski itu hanya dalam hati.



Tawa


Malam ini penuh dengan tawa. Entah tawa apa.. Sungguh saya sama sekali tak berniat mentertawakan sesuatu.. atau seseorang. Tapi sesuatu..ah..bukan.. seseorang ini memang pintar sekali bertingkah lucu, barangkali untuk menutupi ke-salahtingkah-annya. Tak semua orang bisa melakukannya. Diperlukan kemampuan berpikir cepat, cerdas dan kreatif. Dan malam ini saya mengakui, orang ini memiliki semua kemampuan itu, ya..dia berbakat.

Saya jadi teringat beberapa pelawak di tv, ada yang benar-benar lucu karena perkataan dan tingkah mereka yang spontan, tidak dibuat-buat, pada saat syuting. Orang-orang seperti ini tak bisa diremehkan, sungguh mereka adalah orang-orang cerdas dan kreatif. Terkadang para pelawak ini Maka jangan pernah mencibir para pelawak, karena belum tentu kita secerdas mereka dalam bersikap dan berkata-kata.

Kembali pada tawa malam ini.. sekali lagi saya tidak dalam rangka "mentertawakan", karena saya justru menjadi kagum dengan tingkahnya yang bisa membuat saya tertawa malam ini. Bravo !!


#teruslah membuatku tetap tertawa :)

Pemilihan RT dan Dangdutan

Malam ini, sebuah pesta demokrasi kecil-kecilan diadakan di daerah kost-an saya. Pemilihan ketua RT periode 2010-2013. Saya menjadi saksi bisu (karna hanya menyimak dari dalam kost dan tidak berpartisipasi di dalamnya) sebuah pemilihan yang berlangsung Langsung Umum Bebas Rahasia dan bising.

Saya tak banyak tahu tugas seorang ketua RT, yang saya tau, ketua RT adalah sebuah jabatan dengan segudang pekerjaan sosial dan tidak digaji. Maka dalam pemilihan ketua RT malam ini, tidak ada orang yang mencalonkan, melainkan semua calon berstatus dicalonkan. Dari sekitar 66 orang warga yang hadir, semuanya berhak mencalonkan siapa saja yang mereka anggap layak untuk menyandang jabatan ketua RT, karena pada putaran awal belum ada calon yang memperolah suara dominan (saking banyaknya orang yang dicalonkan) maka diadakan putaran kedua untuk suara 5 besar, dan barulah sang Ketua RT terpilih.

Selesai pemilihan ketua RT, barangkali inilah yang disebut “Pesta Rakyat” sebenarnya bagi rakyat kecil. Ini jugalah lah yang membuat saya tak habis pikir, mengapa masyarakat Indonesia tak pernah bisa lepas dari sebuah acara bernama Dangdutan. Tak bisa tidak. Saat saya bertanya pada seorang teman di sebuah acara yang ada Dangdutan-nya, dia menjawab “kalo ga ada dangdut ya gak rame”. Ah..tanpa dangdut pun, sebuah acara yang dikemas dengan rapi dan menarik pasti akan ramai, itu tergantung seksi acara dan MC.

Saya ingat sebelumnya, pengurus bendahara RT melaporkan bahwa saldo keuangan yang jumlahnya sekitar 400 ribu digunakan untuk acara pemilihan RT. Uang sebesar ini memang tak cukup banyak untuk memanggil organ tunggal berserta penyanyinya, maka Dangdutan hanya diadakan melalui kaset dan speaker dengan tingkat kebisingan barangkali lebih dari 100 Desibel.

Maaf, bukannya mau mendiskreditkan lagu asli milik Indonesia ini, tapi sungguh dangdut memang tak pernah jauh dari kebisingan, penyanyi wanita, larut malam dan mabuk-mabukan. Tak semua begitu memang, tapi hampir semua iya. Saya tak pernah benar-benar bisa memahami, mengapa banyak orang menyukai Dangdutan (dengan segala embel-embelnya), sedang saya tak pernah bisa merasa terhibur oleh hiburan rakyat yang satu ini karena selalu merasa terganggu dan risih. Terlebih jika di dalamnya memang terbukti diikuti oleh joget-joget tak pantas dan mabuk-mabukan.

Jangan bicarakan soal toleransi disini, karena siapalah yang tidak terganggu dengan kegaduhan di malam hari (kecuali mereka yang dengan senang hati mengganggu dirinya sendiri dengan berjoget-joget). Dan saya juga tak bisa mengerti mengapa pemilihan ketua RT harus diadakan malam hari dan besoknya masih hari kerja, jika mau mengumpulkan warga, bukankah lebih baik di hari minggu pagi.


#malam ini tak bisa tidur, karena dua hal, teman saya sedang sakit dan kebisingan di lapangan persis sebelah kost#



I was blocked by facebook

Tahukah kamu? Kalo kita mengirim messege berkali-kali kepada orang yang bukan menjadi teman kita di Facebook, maka fitur sending messege kita akan di blokir (selama beberapa jam atau beberapa hari). Saya baru tahu ini tadi malam. Akibat diduga menyalahgunakan fitur di Facebook, maka pihak Facebook memblokir saya untuk melakukan pengiriman messege, baik itu ke orang yang sudah menjadi teman saya maupun yang belum.

Sebenernya saya gak bermaksud menyalahgunakan, hanya saja itu cara terakhir yang bisa saya lakukan untuk menginformasikan penting tentang Penggalangan Bantuan Kemanusiaan untuk korban bencana Merapi & Mentawai. Kirimnya juga gak asal-asalan kok, saya dapet nama-nama mereka dari grup facebook para pegawai baru di kantor saya, walaupun pada gak kenal, barangkali aja mereka ikut tergerak hatinya, tapi eh ternyata, belum selesai kirim messege ke semua orang, saya di blokir secara otomatis !!

Katanya akan berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Dan katanya lagi, saat fitur sending messege saya sudah aktif kembali kemudian saya melakukan hal yang sama, maka account facebook saya akan di nonaktifkan secara permanen!!
Just be carefull !! Mau berbuat baik, ternyata harus hati-hati juga..


--- UPDATE --

Teman saya, dengan senang hatinya meminta pertemanan sekaligus dengan banyak orang yang terdaftar di salah satu grup pegawai baru di kantor, Alhasil.. dia terkena peringatan dari pihak facebook kemudian fitur "permintaan pertemanan" dan "sending messege" diblokir otomatis selama 2 hari oleh facebook. Ancaman juga dilayangkan, jika setelah pemblokiran selesai teman saya ini mengulangi hal yang sama (meminta pertemanan dengan banyak orang sekaligus), maka fitur tadi akan diblokir lagi dan masa pemblokiran akan lebih lama (tapi ini lebih baik daripada ancaman menonaktifkan account.


Sebagian orang berharap dapat menikah dengan laki-laki yang mereka cintai, Doaku sedikit berbeda: Aku dengan rendah hati memohon kepada Tuhan agar aku mencintai laki-laki yang aku nikahi...



Istiqomah, bukan Idealis


Idealis. Saya kok agak tidak nyaman dengan kata itu.. terlalu sumir. Terlebih sejak tahu artinya dalam kamus bahasa indonesia.

ide.a.lis

[n] (1) orang yg bercita-cita tinggi; (2) pengikut aliran idealisme

ide.al.is.me

[n] (1) aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; (2) hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; (3) Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataan

Beberapa hari ini saya tak nyaman dengan kata-kata "Idealis" dan "Idealisme". Seorang teman yang background edukasinya psikologi menjelaskan pada saya, bahwa Idealis biasanya hanya dilandasi kognisi (bagian individu dalam ranah pikiran, memori dan logika). Maka kesimpulan sementara saya, idealis = perfeksionis.

Nah, kemudian saya berpikir, bukankah menjadi seorang yang Istiqomah jauh lebih baik daripada menjadi seorang yg idealis.

Istiqomah : teguh dan terus menerus di atas agama, yaitu senantiasa taat pada Allah dan menjauhi segala yang mendatangkan murka Allah. Istiqomah meliputi urusan zhohir dan batin, yaitu amalan jawarih (anggota badan) dan amalan hati.

Menurut teman saya yang tadi, Istiqomah lebih dilandasi afeksi (bagian individu dlm hal merasa, meyakini, hati)

Jika idealisme berdasarkan logika, maka bisa dipastikan setiap manusia memiliki idealisme yang berbeda, karena pemikiran, pemahaman dan pemaknaan yang dilakukan manusia terhadap sesuatu pasti berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian ketika orang yang idealis sedang mempertahankan idealismenya, maka yang sebenarnya dia pertahankan itu adalah hasil pemikiran/pemahaman serta keyakinan dia sendiri yang belum tentu disepakati oleh orang lain dan..belum tentu itu benar.

Maka saya semakin yakin dengan Istiqomah. Seorang yang istiqomah, ketika dia mempertahankan keistiqomahannya, berarti dia sedang mempertahankan keteguhannya di jalan Allah, sesuatu yang telah diperintahkan Allah untuk dijalankan atau sesuatu yang dilarang Allah untuk dilakukan, sesuatu yang datangnya dari Allah dan bersifat mutlak.

Idealisme yang berdasarkan memori dan logika manusia bisa saja berubah tergantung situasi dan kondisi yang ada. Berbeda dengan ke-Istiqomah-an, akan selalu tetap begitu dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Tapi baiklah, kata Istiqomah dan Idealis, walaupun setara tapi tak bisa saling menggantikan.

Ya, setelah berstatus PNS saya memang tak bisa mempertahankan idealisme saya seperti masih menjadi aktivis LSM, tapi saya akan selalu Istiqomah di jalan yang saya yakini, yaitu jalan yang diridhoi Allah. Bismillah…




#pasca mendengar kalimat : “kamu bukan orang yang idealis”, ya..saya memikirkan kalimat ini berhari-hari, terima kasih telah mengingatkan saya..




Partners in crime


I really need partners in crime..
Saya butuh seorang partner, ah..bukan seorang (nanti dikira saya membutuhkan "seseorang", meski saya memang sedang mencarinya :D), boleh dua orang, tiga orang atau lebih, yang bisa diajak diskusi, tentang banyak hal. Saya tak tau dimana harus mencarinya, menemuinya lalu berbicara dengannya.

Tak cukup berbicara saja, tapi juga mencari solusi, memutuskan yang harus dilakukan pada solusi tersebut, lalu benar-benar bergerak melakukannya.

Saat seusia saya, banyak tokoh-tokoh besar, bisa dengan tegar dan kuat berdiri sendiri. Tak gentar menghadapi pandangan orang lain terhadapnya. Saya tak tahu apa yang membuat mereka menjadi demikian, barangkali situasi dan kondisi yang memaksa, tapi keterpaksaan ini justru melahirkan nilai keikhlasan tertinggi, dan hadirlah kekuatan yang sulit terbantahkan itu.

Saya? Boleh kan saya jujur.. bahwa saya tak bisa bergerak sendiri. Suatu hari seorang teman berkata, jawabannya adalah komunitas, saya membutuhkan komunitas jika menghadapi situasi seperti yang sekarang saya alami. Dan saya percaya itu.

Tapi bagaimanalah.. komunitas pun sudah punya banyak urusan, saya harus menyederhanakan terlebih dahulu semua hal yang saya bawa saat berada di sana.. untuk itu.. saya butuh berdiskusi, butuh partners in crime...



Membeda



Bagaimana bisa mengetahui yang benar itu benar dan yang salah itu salah?...
Bagaimana bisa meneriakkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah?...
Bagaimana bisa menjalankan yang benar itu benar dan yang salah itu salah?...

Tanpa ilmu, tanpa kebersihan hati dan tanpa ketakwaan pada Allah.. semua itu akan tampak rumit sekali..


sumber gambar dari sini




Cukup


Berjanji pada hati
Itu tidak akan terjadi dua kali
Cukup
Itu Sudah


Hujan Bulan Juni

*curcolgakpentingkarnalagigakadakerjaan*

Eh, tau gak, Hujan di bulan Juni meneduhkan banget ya. Bikin kost-an saya adem, gak perlu nyalain kipas angin yang bikin masuk angin tiap hari. Nah, di bawah ini satu puisi karyanya om Sapardi Djoko Damono yang judulnya Hujan di bulan Juni. Mungkin puisi ini dibikin pas bulan Juni kali yah, atau pas bulan laen, tapi karena di bulan Juni ada momen yang tak terlupakan, jadilah judulnya tetep berbau-bau bulan Juni. Entahlah..

ah sudahlah...

...................................
...................................

Hujan di bulan Juni
(Sapardi Djoko Damono)

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


........................................
........................................

Alhamdulillah malem ini tanah abang ujan lagi (ngaku2 tanah abang, soalnya nama jalannya tanah abang 1, padahal masuknya gambir). Sejuk, adem, Subhanallah..
Kalo malem-malem udah ujan begini, tinggal tutup pintu kamar rapat-rapat (kalo engga, air ujannya masuk), para penghuni kost pasti pada adem ayem di kamar masing-masing. Ada dua kemungkinan yang sedang di lakukan, tidur atau online.

Hujan di bulan Juni.. jadi kapan pelanginya?
*gaknyambunglagi





Gak mau jadi bebek


Media oh media...
Kasus Century, orang rame-rame..
Teroris ketangkep, orang juga rame-rame..
Bibit-Chandra digugat lagi, eh, orang jadi pada rame lagi..
Relawan diserang Israel, Alhamdulillah banyak yang peduli (tapi kok ramenya baru sekarang? Palestina dijajah udah puluhan tahun lho)..
Beralih dari FB ke MFB, rame-rame juga..
Video orang yang mirip artis kebongkar, rame banget orang-orang..
Piala Dunia 2010, tengah malem banyak orang teriak rame-rame..


Kaya bebek aja, rame mulu, ikut-ikut mulu
Mending bebek mah rapi kalo baris, gak semua orang klo baris bisa rapi kaya gitu..
Bener aja tuh kata iklan, Gak ada loe (baca : media - red) gak rame kali yah
Di Indonesia, sepinya aja bisa rame-rame lho, (soalnya tu kasus-kasus seringnya sepi tiba-tiba, tak bersisa).

Berseragam Cokelat


A : ”gimana rasanya berseragam cokelat”

B : “ga enak, soalnya baru punya seragam satu, sehari cuci kering pake, susah ngubah-ngubah fashion style J, tapi Alhamdulillah gak ribet lagi mikirin pake baju apa hari ini..hehe..”

A : “jadi, gimana rasanya jadi orang yang pake seragam cokelat tiap hari?

B : “hmm.. rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Doakan saja, saya selalu punya kekuatan untuk menghadapi semuanya dengan benar (bukan “dengan baik” – red).”

A : “yakin bisa bertahan?”

B “saya cuma perlu meyakini, bahwa Allah akan selalu menjaga saya”



-dhee..beratnya berseragam cokelat...-


eS Ka



SK oh.. SK
Alangkah gelisahnya
Menunggu SK tak datang-datang
Ah.. mungkin pak gubernur dan stafnya terlampau sibuk
Mengurus rencana-rencana penggusuran
Mengatur perizinan gedung dan pusat perbelanjaan baru
Mempersiapkan kedatangan tamu-tamu penting mancanegara
atau mungkin terlalu lelah terjebak macet setiap harinya
SK oh.. SK
Kapan SK akan turun, Pak?

Kumpul-kumpul ala Ibu RT



Tadinya saya ragu, dan jelas sangat malas menghadiri acara itu. Meski tidak tau apa susunan acaranya, tapi saya bisa memastikan, di dalamnya pasti ada acara ngerumpi, gosip sana sini atau sekedar mengeksplore sejumput kesuksesan yang baru saja di raih.

Yang ada sekitar 20 orang, semuanya ibu-ibu paruh baya, ehm kecuali saya. Ternyata isi acaranya seperti ini

  1. Pembukaan, Pengumuman, mengenai PKK, karang taruna, posyandu, persiapan menjelang Adipura, pengelolaan dana bantuan PNPM Mandiri
  2. Taujih, ah..saya paling suka bagian ini. Tuan & nyonya rumah ternyata memanggil seorang ustadz untuk menyampaikan taujih atau bahasa ibu-ibunya, ceramah. Awalnya saya mengira ustad ini akan kaku dalam berbicara, tapi tidak, gayanya yang friendly dan kata-kata yang dituturkannya dengan bahasa sunda yang halus, sungguh tak disangka, beliau tidak seperti sedang ceramah melainkan sedang ngobrol dengan ibu-ibu ini. Ah.. semoga suatu saat saya bisa berdakwah seperti ustadz ini.
  3. Acara inti, mengocok gelas tertutup dengan satu lubang kecil di atasnya, berisi kertas-kertas yang dimasukkan dalam sedotan, kemudian mengeluarkan dua buah kertas dari gelas tersebut
  4. Penutup, plus menikmati sajian yang dihidangkan sambil bercengkrama satu sama lain, berbagi kisah, berbagi hikmah.

Alhamdulillah, tak ada ngerumpi, tak ada gossip ataupun sejenisnya. Lain kali saya akan mengusulkan susunan acara seperti ini jika tiba giliran arisan di rumah.


~ pasca mewakili mama ikut arisan ibu-ibu, ternyata seperti ini ya arisan.. ~

Rindu

entah..

aku rindu yang di sana
semua..

~ dhee, bertahan sebentar ~