Tampilkan postingan dengan label gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gadget. Tampilkan semua postingan

HP Tidak Bisa Dicharge

Sebelumnya, perlu diketahui, ini bukan blog atau tulisan berbayar :)


Untuk urusan telpon dan sms, saya mempercayakan pada sebuah HP imut bermerk Samsung, type GT-E1195. Kenapa imut? karena yang punya imut-imut, hehe.. *abaikan* Karena ukurannya memang imut banget. Ini HP berjenis flip. Begini penampakannya :

Imut kan? Tapi ini bukan HP saya, cuma ngambil gambar dari internet


Dua hari yang lalu, saya sedang dalam perjalanan seharian, lupa kalo batere HP low, dan akhirnya matilah dia. Sampai di rumah, saya tidak langsung charge, karena charger ketinggalan di kost. Keesokannya, saya charge di kost, eh itu HP ga mau nge-charge, dipindah-pindah ke stop kontak lain, hasilnya tetep sama, ga mau nge-charge. Antara panik dan tidak panik. Panik karena HP ini baru dipakai sebulan (walaupun murah - 280 ribu - tapi tetep aja itu duit. Tidak panik, kan saya masih punya HP lain untuk komunikasi *mulai sombong*

Sebagai konsumen yang tak mau rugi, saya segera membawa HP ini ke Samsung Mobile Service Centre terdekat di ITC Roxy Mas. Baru pertama kali ini service HP. Service centre-nya sederhana dan modern. Yes, kemodernan ternyata tidak harus identik dengan kemewahan. Tiap Customer yang dateng harus ambil nomor antrian, kaya di bank-bank itu lho, tinggal pencet trus keluar nomor *norak*. Jadi ga ada customer yang nyelak-nyelak. Dan disinilah saya agak berbangga dengan perempuan Indonesia, karena semua petugas service centre adalah perempuan (termasuk teknisi nya).

Kembali ke HP. Saya duduk berhadapan dengan Mba teknisi.
"kenapa HPnya mba?"
"kemarin baterenya habis, trus ga bisa dicharge"
Lalu mba teknisi dengan lincah memeriksa HP saya, mencari-cari sesuatu di kolong mejanya. 3 menit kemudian, dengan tenang Mba teknisi bilang,
"HPnya ga kenapa-kenapa kok mba, ini bisa nyala"
"Hah?!?! Masa sih?" *antara senang dan malu*
"Itu pake batere saya?"
"Iya"
"Pake charger saya?"
"Iya" *gubrakkkk*
"Kemarin pasti HPnya low bat sampai mati total ya?"
"Iya mba" *tau aja Mba teknisi*
"Lain kali jangan sampai mati total, dia agak susah untuk nyala lagi, harus dipancing dulu pake batere lain"
"Oooo..gitu ya"
"Ini mau langsung diambil HPnya atau di charge dulu?"
"Dicharge dulu aja deh mba, takut mati lagi"

Bener deh, bertahun-tahun saya punya HP, baru kali ini ada kasus HP ga boleh mati total. Udah gitu pake harus dipancing sama batere lain. Tapi baiklah, daripada terjadi lagi hal yang sama, akan saya turuti nasehat Mba teknisi. 


Agak gimana gitu ya, dateng ke service centre, cuma buat ngecharge HP :D




Kamera Laptop Tidak Berfungsi

Beberapa bulan ini, kamera laptop saya gak bisa berfungsi. Kalo udah begini, saya gak akan menyia-nyiakan punya temen-temen yang ahli di dunia perkomputeran ^^ . Setelah tanya-tanya ke beberapa teman tentang perihal ini, inilah jawabannya..

Teman pertama menjawab, kemungkinan tombol ON kameranya belum dinyalakan. Tapi, dari awal beli ini laptop sampe sekarang, saya emang gak pernah nemu tombol ON/OFF untuk mengaktifkan kamera. Dulu waktu kameranya masih berfungsi, dia nyala dengan sendirinya. Maka jawaban ini pun terbantahkan.

Teman kedua, saya suruh dia melihat dan mengoprek-oprek langsung laptop saya sambil sedikit memaksa untuk menemukan penyebab kamera laptop gak berfungsi. Dia bilang driver kamera tidak terdeteksi. Katanya lagi, dalam kasus ini ada tiga kemungkinan yang rusak, Driver nya, Windows nya, atau Hardware nya. Kemungkinan yang terakhir membuat saya deg-degan, kalo hardware nya yang rusak, takkan lagi ada harapan. Meski penjelasan dan solusi yang diberikan teman saya ini cukup lengkap, tapi saya gak bisa berbuat apa-apa, suer..saya blank banget kalo soal beginian. Pengennya sih minta tolong si temen saya yang ini untuk membereskannya sampai berfungsi kembali, tapi.. dia mau nengok laptop saya aja udah bagus.

Teman ketiga, sangat aplikatif. Dia suruh saya bawa CD driver laptop, untuk install ulang driver kameranya. Langkah pertama saya uninstall Bisoncam (nama untuk driver kamera laptop saya), lalu di install ulang dan restart. Sayangnya Bisoncam yang baru tetap gak berfungsi. Pantang menyerah, teman saya suruh saya uninstall dan install ulang lagi (hey..saat itu dia Cuma duduk dengan tenang disamping saya sambil memberi instruksi tanpa sedikit pun memegang laptop saya). Saya lakukan instruksinya, uninstall, install ulang dan restart. Di sinilah terlihat titik terang, Smadav Antivirus saya mendeteksi Bisonkey (program file yang ada pada Bisoncam) sebagai virus. This is it… inilah akar masalahnya. Teman saya bilang, kemungkinan besar Bisoncam terdeteksi virus oleh Smadav, makanya gak mau berfungsi. Akhirnya saya uninstall Smadav, uninstall Bisoncam, lalu install kembali Bisoncam dan restart laptop. Hasilnya…tadaaaa….. Kamera kembali berfungsi.

Oya, saya memakai Laptop Axioo Neon MLC 0152 dan Smadav versi 8.3. Kalau anda memakai laptop yang sama dengan yang saya pakai, lebih baik jangan menginstall Smadav antivirus. hmm.. Ada kemungkinan, ini juga bisa terjadi pada laptop lainnya.





Welcome Jaunty Jackalope !!


Tepat seminggu sudah, si Jaunty Jackalope hadir. Jadi sekarang si leppy mendua. Dual booting, Windows XP (tentu saja bajakan) dan Ubuntu 9.04 Jaunty (bukan bajakan dan gratis). Setelah merasa mempunyai sedikit bekal dari pelatihan linux yang diadakan di kantor yang cuma 5 hari (sisa 1 hari lagi), saya "menekatkan diri" untuk menginstall Ubuntu 9.04.

Kenapa 9.04?
(padahal tutor yang ngajar udah pake 10.4 -_-'). Waktu saya tanya dan protes (karena Ubuntu sekarang udah sampe 10.10), ternyata alasannya adalah karena komputer di lab kantor yang dipake buat pelatihan, semuanya sudah terinstall 9.04 sejak lama.


Bagaimana rasanya memakai Ubuntu?
Susah (pasti..), ribet (jelas..), bikin pusing (tentunya..), ini bagi saya yang cuma seorang end user yang tak punya background IT sama sekali. Katanya sih kalo Ubuntu 10.4 udah ga seribet 9.04, entah benar atau tidak, karena yang bilang ini adalah seorang tutor Linux, bukan end user, hehe..
Tapi Ubuntu itu seperti matematika (pelajaran favorit saya waktu sekolah dulu) selalu bikin penasaran. Ada berbagai macam cara dan solusi untuk menyelesaikan sebuah masalah, asalkan rajin mencari tau, rajin bertanya, rajin berdiskusi dan rajin merepotkan orang-orang IT :D

Kenapa tertarik dengan Ubuntu?
Saya terpropaganda dengan kampanye Open Source yang digembar-gemborkan orang-orang (jawaban jujur nih). Kebetulan di pelatihan, dapetnya materi tentang Ubuntu, jadinya ya pake Ubuntu aja, kalo dapet materi Fedora, mungkin saya pake Fedora

What next?
Belajar terus. Sekarang aja lagi bersusah payah menguras energi hingga berpeluh kesah terus (hehe..sedikit lebay..), buat install modem di Jaunty. Hampir seminggu saya melakukan segala cara yang dianjurkan Om Google, dan belum ada yang berhasil :) Kalo udah begini, i just wanna say : I hate being end user..
But, it's okay.. namanya juga belajar, kan tak kenal henti :D

Ada temen yang bilang "Kenapa install di laptop, kan sayang laptopnya, mendingan install di komputer kantor aja". Saya cuma sempat menjawab "haa??!! sayang gimana??!!", tadinya mau jelasin panjang lebar, tapi gak sempat. Pertama, komputer yang saya pakai untuk kerja di kantor adalah ya laptop saya ini, jadi ya tepatlah saya menginstall Ubuntu (fasilitas negara di kantor memang agak terbatas). Kedua, Kenapa sayang? sayang kenapa? Ilmu yang sudah didapat tapi ga diamalkan, itu baru namanya sayang..

Well, bagi saya yang paling berkesan tentang Open Source adalah mencontoh para penemu besar yang tidak pernah mempatenkan hasil penemuannya, ia menyerahkan hasil penemuannya kepada publik untuk dimanfaatkan dan dikembangkan. Bukankah ilmu itu untuk diamalkan dan diajarkan pada orang lain, bukan untuk dikomersialkan.




Laptopku, Amanahku

Alhamdulillah, terimakasih ya Allah..Kau telah memberikan rezeki yang cukup untukku..
Call it a week !!
Si Leppy sakit lagi, kali ini parah !!
Seharusnya manusia memang gak boleh terlalu tergantung sama suatu barang, karena barang cuma benda mati buatan manusia lainnya. Saya juga masih belajar memahami dan melakukan itu.
Waktu si Leppy sakit kemarin, saya baru sadar, kalo saya mencintainya terlalu berlebihan. Begitu tau Leppy sakit, saya langsung lemes dan gak bersemangat. Yang terpikirkan oleh saya saat itu terjadi adalah, gimana caranya supaya si Leppy segera sembuh, secepat mungkin !! Akhirnya saya jadi gak berpikir panjang dan gak fokus dengan hal-hal lainnya.

Astagfirullah.. ngaku deh.. saya memang berlebihan dan..lebay..

Meski Leppy adalah milik saya, yang saya beli dari uang sendiri, tapi toh semua uang itu adalah rezeki dari Allah, artinya Leppy hanyalah sebuah amanah untuk saya. Tak seharusnya saya mencintainya terlalu berlebihan. Tak seharusnya juga saya tak berhati-hati menjaganya. Hiks.. Baiklah, si Leppy sudah sembuh sekarang, akan saya jaga dengan lebih hati-hati dari kemarin, dan mencoba untuk tak terlalu bergantung pada si Leppy.