Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan


Hujan, Jalak dan Daun Jambu
(Sapardi Djoko Damono)


Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi;
Mereka tidak mengenal gurindam dan peribahasa, tapi menghayati adat kita yang purba.
Tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita manusia, merasa bahagia. 
Mereka tidak pernah bisa menguraikan hakikat kata-kata mutiara, 
Tapi tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita merasa tidak sepenuhnya sia-sia





Hujan Bulan Juni

*curcolgakpentingkarnalagigakadakerjaan*

Eh, tau gak, Hujan di bulan Juni meneduhkan banget ya. Bikin kost-an saya adem, gak perlu nyalain kipas angin yang bikin masuk angin tiap hari. Nah, di bawah ini satu puisi karyanya om Sapardi Djoko Damono yang judulnya Hujan di bulan Juni. Mungkin puisi ini dibikin pas bulan Juni kali yah, atau pas bulan laen, tapi karena di bulan Juni ada momen yang tak terlupakan, jadilah judulnya tetep berbau-bau bulan Juni. Entahlah..

ah sudahlah...

...................................
...................................

Hujan di bulan Juni
(Sapardi Djoko Damono)

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


........................................
........................................

Alhamdulillah malem ini tanah abang ujan lagi (ngaku2 tanah abang, soalnya nama jalannya tanah abang 1, padahal masuknya gambir). Sejuk, adem, Subhanallah..
Kalo malem-malem udah ujan begini, tinggal tutup pintu kamar rapat-rapat (kalo engga, air ujannya masuk), para penghuni kost pasti pada adem ayem di kamar masing-masing. Ada dua kemungkinan yang sedang di lakukan, tidur atau online.

Hujan di bulan Juni.. jadi kapan pelanginya?
*gaknyambunglagi