Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Tunggu Aku di Jakarta ( In Moment of Jakarta Anniversary 483 )

………………….

Aku pun sempat janjikan

Ku kayuh semua mimpiku

Ku labuh kapal di kotamu

………………….

Tunggulah aku di jakartamu

Tempat labuhan semua mimpiku

Tunggulah aku di kota itu

Tempat labuhan semua mimpiku

…………………

Lagu ini dipopulerkan oleh Sheila on 7, selalu mengingatkan saya, bahwa suatu saat saya akan datang ke Jakarta. Barangkali karena dalam diri saya mengalir darah Betawi, sejak kecil saya sangat menyukai kota ini. Meski orang-orang bilang, Jakarta itu jahat, kejam dan penuh kebohongan, tapi saya ingin memandang dari sisi lain. Di sinilah mimpi saya berada, mimpi untuk menjadikan Jakarta secanggih Tokyo dan senyaman Vancouver, mendapatkan kembali julukan Queen of The East

Jika menurut anda Jakarta itu panas, kembalilah ke kota anda yang sejuk itu. Jika menurut anda Jakarta itu kejam, kembalilah ke kota anda yang ramah itu. Jika menurut anda Jakarta itu semrawut, kembalilah ke kota anda yang rapi itu. Dulu, Jakarta tak begini..(paling tidak itu yang dikatakan nenek saya), sebelum orang-orang datang seenaknya ke sini.


Aku sudah berlabuh di kotamu

dan mengayuh mimpi-mimpiku

Tak perlu kau tunggu lagi

karena aku sudah di sini, di Jakartamu

menemuimu



Antri Busway sekarang dipisah lho..


Pagi ini saya bepergian dengan salah satu moda angkutan unggulan di Jakarta, bus Trans Jakarta. Surprise banget waktu sampe di halte busway Harmoni, di tiap-tiap pintu antrian ternyata terbagi dua antrian barisan yang dipisah oleh rantai. Sang petugas sibuk berteriak-teriak, "laki-laki sebelah kiri, perempuan sebelah kanan". Wow.. Pihak pengelola Trans Jakarta ternyata bergerak cepat menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang terjadi di antrian dan di dalam bis beberapa hari lalu. Pemisahan ini berlaku sejak hari kamis, 10 juni lalu.

Tadinya saya pikir di dalam bis, tempat duduk laki-laki dan perempuan juga dipisah, ternyata nggak, desak-desakkan masih sama seperti sebelumnya. Tapi saat para penumpang masuk ke dalam bis, sang petugas mengingatkan supaya penumpang gak berjejalan dekat pintu. "ayo-ayo geser ke dalem, geser ke depan lagi, jangan desek-desekan di pintu, nanti masuk tipi lagi kaya kemarin, kan malu kita"
:)

Semoga niat para pengelola bis trans jakarta adalah karena ingin menuju ke arah yang lebih baik, bukan karena takut di sorot media. Paling tidak sudah ada perbaikan walaupun belum menyeluruh. Semoga perbaikannya akan bertahap dan berkelanjutan. Alangkah baiknya jika pihak PT. KAI juga menerapkan peraturan yang sama. Berjejalan di kereta jauh lebih parah daripada di bis trans jakarta, karena PT. KAI tidak menerapkan berapa maksimum penumpang yang boleh naik. Nah, bagusnya ada batas maksimum penumpang yang boleh naik kereta, jadi penumpang gak desak-desakkan di kereta, lebih bagus lagi kalo tempat duduknya dipisah. Dan alangkah sangat baik lagi, kalo ini diterapkan di semua angkutan umum, termasuk ojek (nah lho..).

Baiklah..untuk sementara ini saya hanya bisa berdoa dan mensupport para pemegang kebijakan transportasi di Indonesia. Semoga bisa lebih baik lagi.