Tampilkan postingan dengan label ceracau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceracau. Tampilkan semua postingan

Suatu pagi di atas kereta

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (QS Al Baqarah : 214)


Sabtu kemarin saya, mama, dan tante saya bareng-bareng pergi ke Tanah Abang naik kereta kududuk dimuka, kududuk samping pak kusir yang sedang #eh #salahfokus... :p Ceritanya mau belanja-belanji. Kita janjian ketemu di Stasiun UI jam 07.00 karena menurut jadwal, kereta akan sampai & berangkat lagi jam 07.15. Saya & mama sampai di UI jam 06.45, tante saya belum keliatan batang kacamatanya. Akhirnya saya putuskan untuk keliling stasiun cari tante, tapi nihil. jam 07.00 tepat terdengar pengumuman kalo kereta sudah masuk stasiun. Gawat, padahal jadwalnya 07.15 dan padahal tante saya belum ketauan ada di mana. Untungnya kereta berhenti agak lebih lama dari biasanya *tumben banget*, jadi dengan sigap saya telpon tante
"Tante, ada dimana?"
"Di Stasiun, diah dimana?"
"Di Stasiun juga, lah tadi kok Diah cariin ga ada" *baru kepikiran kenapa ga telpon dari tadi* -_-'
"Ada kok di pojokan"
"Ini keretanya udah ada nih, gimana dong"
"Ya udah, naek aja"

Okey, saya dan mama pun naik ke kereta, urusan ketemuan, nanti dululah. Tapi tak berapa lama, tante saya muncul dari gerbong lain. Alhamdulillah, cukup lega, ternyata beliau udah naik juga. Tapi..
"Diah, tiketnya udah dibeliin kan?" *tuingggg**
"lah..belum, kirain tante udah beli sendiri"
"belum beli, tadi kata Diah udah ada" *tuinggg lagi** 
(dalam hati : keretanya yang udah ada, bukan tiketnya)

Petugas KA mulai mendekat, saya mulai keringet dingin dan mulai menyusun rencana. Antara rencana licik dan rencana jujur. Tiba-tiba terjadilah peristiwa itu *Zoom in Zoom out*
"Pak, pak.. saya minta maaf nih pak, ini ada kesalahpahaman saya sama keponakan saya. Saya kira tiketnya sudah dibeliin ternyata belum, jadi gimana ya pak"
"aduh gimana ya bu..." *sejenak diam*
"Kalo sesuai prosedur, harusnya ibu diturunin, atau kalo ngga, harus bayar denda"
"Dendanya berapa pak?"
"Yaa...lumayan gede bu" *hening lagi, agak lama*
"Ya udah bu, coba dicari lagi tiketnya di tas"
Kemudian benar-benar hening. 

Saya berpikir agak keras mencerna kejadian ini. Pak petugas gimana tho, udah jelas-jelas tadi kita bilang ga beli tiket, kok disuruh di cari di tas. *doongggg** Dan saya pun sadar, itu sinyal dari petugas bahwa dia menoleransi kami yang ga beli tiket. Alhamdulillah, petugas yang sangat baik hati. Tak lama kemudian ada bapak-bapak yang juga baik hati memberikan tiketnya pada tante saya (karena nanti pas mau keluar stasiun biasanya diperiksa lagi). Bapak-bapak ini tak mau uang tiketnya diganti.

Subhanallah banget deh.. Mungkin bagi orang lain, kejadian seperti ini sangat remeh temeh, tapi tidak untuk saya yang mengalami langsung. Bukti bahwa pertolongan Allah itu dekat memang benar-benar terjadi. Coba bisa aja kan petugas tadi mood-nya lagi ga bagus, trus saklek memberlakukan prosedur pada kami, atau bisa aja ga ada Bapak-bapak baik hati kemudian di luar kami ditanyai tiket. 

Jadi, percaya deh kalo pertolongan Allah memang dekat, tentunya dalam berbagai cara. Dan orang-orang baik hati memang masih banyak tersebar di muka bumi ini. Juga orang-orang jujur dan mau mentaati prosedur seperti tante saya, masih banyak.. :)

Terimakasih!



Yang salah dianggap benar, Yang benar dianggap salah.

Lagi rame-rame konser Lady Gaga. Konon orang-orang pada merasa aneh dengan pelarangan konser sang artis ini di Indonesia. Kalo saya sih malah aneh sama orang-orang yang protes atas pelarangan tersebut. Jadi gini ya, kalo misalnya dulu-dulu artis-artis barat seksi ga pernah dilarang kemudian sekarang dilarang ya berarti ini kemajuan. Sebaliknya, kalo yang sekarang ga jadi dilarang cuma karena gara-gara dulu-dulu juga ga pernah dilarang, trus kapan majunya?? . Ini sama aja kaya membiarkan koruptor yang baru ketauan korupsi karena sebelum-sebelumnya para koruptor yang juga ketauan ga pernah ditangkap. Atau membiarkan situs porno ga diblokir hanya karena situs porno lainnya akan terus bermunculan lagi dan lagi. 

Kok pada nyaman banget dengan kesalahan-kesalahan yang berulang-ulang? Kenapa pada nyaman banget dengan "biarkan apa adanya seperti yang sudah-sudah"? Jadi kapan mau berubah?
Lama-lama yang salah dianggap benar dan yang benar dianggap salah. 

Islam itu dimulai dalam keaadaan asing dan suatu saat akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing tersebut" (HR. Muslim)







Ketika dunia ini berputar terlalu cepat


Merasa dunia ini berputar telalu cepat? Tak pernah merasa cukup istirahat setelah seharian bekerja? Tak pernah puas tidur di malam hari, sekalipun tidur cepat dan bangun siang? Merasa sibuk dengan pekerjaan dan tak ada Tak ada waktu cukup untuk melakukan semua hal?

Hati-hati!!

Ini adalah gejala bahwa kita tidak menggunakan waktu dengan hal-hal yang berarti. Menonton tivi, berselancar di internet, bercengkrama dengan teman-teman, ehm..saya tidak bilang bahwa itu semua adalah perbuatan yang tidak berarti. Tentu saja akan berarti, jika.. sesuai dengan porsinya. Masalahnya adalah, kita sering lupa (atau tidak tahu?), bagaimana porsi yang pas untuk semua hal yang kita lakukan.

Mari perhatikan yang ini,
Menonton berita setengah jam dengan menonton sinetron dua jam. Dua-duanya sama-sama menonton tivi, tapi banyak orang sudah merasa puas dengan menonton berita setengah jam dan tidak puas dengan menonton sinetron dua jam. Dari sini kita bisa memilih dengan jelas, mana porsi yang lebih baik (dan benar).

Jangan terlalu serius dengan urusan menonton tivi. Karena urusan kita selain itu banyak sekali. Jadi sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui bagaimana porsi yang pas, semua hanya soal kebiasaan dan keberanian.

Biasa meninggalkan hal-hal bukan proritas yang membutuhkan banyak waktu.
Berani memerangi musuh yang paling enggan dimusuhi yang bernama MALAS.

Biar saja dunia ini berputar dengan cepat. 
Biar saja jika di malam hari kelelahan yang kita rasakan itu amat sangat. 
Asalkan dalam sehari, hidup kita dipenuhi hal-hal yang berarti.






IBF I'm in luph ^^

Jika sedang tak ada halangan, saya tak akan pernah melewatkan momen-momen Book Fair yang selalu diadakan di Istora Senayan. FYI, dalam setahun ada 3 kali book fair "bergengsi" yang diadakan di Istora (Islamic Book Fair, Indonesian Book Fair dan Pesta Buku Jakarta). Islamic Book Fair selalu menjadi yang paling padat pengunjung & penerbit.

Bagi saya, berbelanja buku jauh lebih menyenangkan (dan bermanfaat) ketimbang belanja tas/sepatu. Kalo beli tas 300 ribu cuma dapet satu, kalo beli buku duit segitu bisa beli 5-6 buku ^_ ^  Dan yah...jadilah saya pergi ke Islamic Book Fair di hari ketiga. Kenapa? karena hari ini penulis favorit saya Talk Show di panggung utama. Saya penasaran dengan sosok Tere Liye yang begitu melankolis saat menulis novel dan begitu kritis saat menulis notes. Lihat saja, dia duduk di panggung dengan gaya fashion yang sangat cuek, bahkan bersendal jepit! Dan beberapa kali kritikan cadas (tapi sangat memotivasi) dia lontarkan dengan cuek (gw suka gaya lo bang! :D). Sebenernya di sesi tanya jawab saya pengen tanya tentang kemungkinan Tere Liye menulis buku non fiksi bergaya citizen jurnalism, sayang...pertanyaannya tak sempat terlontarkan, hiks...




Setelah puas nonton Tere Liye di panggung (tentu saja saya tak melewatkan sesi Book Signing, klo untuk foto-foto, haha...gak lah... itu urusan para Abege sajah...), saya memulai perburuan buku. Dalam hal membeli buku di Book Fair, sejak dari jauh-jauh hari, saya sudah mendaftar buku apa saja yang mau saya beli, tapi seperti biasa, untuk buku yang ada dalam daftar tersebut, paling hanya 1-2 yang saya temukan. Selebihnya, saya akan sangat selektif membeli buku yang tidak ada di dalam daftar. Kenapa selektif? karena budget saya terbatas, hehe.. 

Biasanya, sebelum membeli saya akan memutar satu kali untuk melihat-lihat semua stand (yaa..semua..!!), stand-nya doank sih, haha.. untuk stand penerbit ternama, saya akan melihat buku-buku terbaru dan best seller, kalo ada yang "klik" maka saya tandai dalam hati, diingat-ingat judul, dan harganya. Untuk stand penerbit yang kurang ternama, saya memilih secara random, pasti dari yang random itu ada yang "klik" untuk kemudian saya ingat-ingat juga judul, harga & letak stand nya. Setelah berjalan satu putaran, lalu saya menimbang, menghitung, membayangkan buku-buku yang sudah "ditandai" tadi, manakah yang paling sesuai kebutuhan dan paling sesuai harganya untuk dibeli. Setelah ketok palu, saya kembali berjalan lagi, mengunjungi stand2 tadi. Pada kondisi sangat padat pengunjung (terlebih di hari minggu) & stand penerbit, mengelilingi Istora bukanlah hal yang mudah dan cepat. Semua proses itu membutuhkan waktu minimal 4 jam, ditambah waktu sholat & antri kamar mandi. Amat melelahkan memang.. tapi tak apa, jika itu untuk buku-buku yang bermanfaat sekaligus menghibur :) 

Oia, tadi juga kebetulan ada Asma Nadia & Helvy Tiana Rosa di stand Toko Gunung Agung, jadi sekalian aja ikutan Book Signing :)


Baiklah, inilah hasil perburuan saya di Islamic Book Fair 2012 :
  1. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah - Tere Liye
  2. Indonesia Incorporated - Zaynur Ridwan
  3. Sakinah Bersamamu - Asma Nadia
  4. From Pesantren with Fun - Irvan Aqila
  5. Think Dinas - Endy J. Kurniawan
  6. Pilar-Pilar Kebangkitan Umat - Prof Dr. Abdul Hamid Al Ghazali
  7. Majalah Ummi Special Edition Islamic Wedding 


Beraneka ragam penulis dan beraneka ragam kategori :) karena saya tak mau pilih kasih pada buku-buku, mereka semua sahabat saya, memberitahu tanpa menggurui, menjawab tanpa merendahkan, menghibur tanpa melenakan... Jangan minta saya ceritakan apa isi buku-buku tersebut, karena saya juga belum baca :D dan kalo mau tau, belilah.. atau bacalah ringkasan di cover belakangnya :) Buku From Pesantren with Fun akan saya berikan untuk keponakan saya yang dua tahun lagi SMPnya akan masuk pesantren. Sebenernya buku-buku Seri Jilid seperti Kumpulan Risalah Dakwah, Tafsir Fizhilalil Quran, dll, itu harganya super murah di IBF, tapi mengingat kamar kost yang luasnya pas-pasan ini, saya tangguhkan dulu pembeliannya, hiks.. Eniwei, saya bener-bener butuh lemari buku lagi nih.. -_-'

“Buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru. Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.” --Abdurahman Faiz--


P.s : saya cari2 "Di bawah lindungan Ka'bah" & "Tenggelamnya Kapal Van der wijck" - Buya Hamka , tapi gak ketemu di IBF :(




Tikus!


Ada beberapa pertanyaan yang kemarin terngiang-ngiang di kepala saya. Semuanya tentang tikus (hei, ini hanya soal pengklasifikasian, tentu saja tak semua pertanyaan yang muncul di kepala saya tentang tikus).
  1. Kenapa Walt Disney mendeskripsikan tikus selucu Mickey dan Mini Mouse?
  2. Kenapa Hanna & Barbera mendeskripsikan tikus secerdik Jerry (dalam Tom and Jerry)
  3. Kenapa Iwan Fals mendeskripsikan tikus sebagai sesuatu yang sangat kotor
  4. Kenapa walaupun mickey, mini, jerry itu lucu dan cerdik, saya tetap setuju dengan deskripsinya Iwan Fals?

Nah, dengan sedikit usaha (tentu saja “sedikit” karena saya hanya perlu googling), inilah jawabannya :
  1. Walt Disney semasa kecilnya sering melihat tikus berkeliaran di ladang milik pamannya. Tikus-tikus liar itu sangat menjijikan. Akhirnya Walt Disney terpacu untuk membuat sosok tikus yang lucu, menarik dan tidak menjijikan. Maka jadilah Mickey dan Mini Mouse. Kedua tikus ini bahkan sangat polos dan baik hati
  2. Wiiliam Hanna melihat kucing sedang menerkam tikus di dapurnya. Ia pun mendapat ide untuk menjadikan permusuhan (sebenarnya lebih tepat disebut “permangsaan”) itu menjadi lucu. Kemudian ia bersama Joseph Barbera membuat animasi Tom and Jerry. Jerry adalah tikus yang bebas, cerdik, sedikit lugu dan sangat beruntung (yah..karena sampai sekarang Jerry tak pernah tertangkap oleh Tom, sebaliknya Tom selalu tertimpa musibah saat mengejar-ngejar Jerry)
  3. Iwan Fals dengan lagunya “Tikus Kantor” memaknai tikus sebagai sebuah simbol pejabat yang rakus, suka korupsi dan tidak peduli terhadap penderitaan rakyat.
  4. Saya mendeskripsikan tikus dengan arti yang sebenar-benarnya tikus. Besar, hitam, memang menjijikan, datang dari rumah sebelah, mengendap-endap, mengacak-acak tempat sampah, lalu ketika ketahuan saya, tikus itu kembali ke rumah sebelah. Selain menjijikan tikus juga menyebalkan
  5. (jawaban yang terakhir ini bukan hasil googling lho). Jadi, rasa-rasanya, deskripsinya Iwan Fals lebih tepat dan apa adanya.

Yah.. bagaimanapun, tikus juga ciptaan Allah. Dan Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia.