Mama Cake : Anything Happens for a Reason

Agak heran sih, sama orang Indonesia yang anti nonton film Indonesia, ga mau nonton kalo bukan film Hollywood. But not for me, bisa dibilang saya pergi ke bioskop hanya untuk menonton film Indonesia (yang berkualitas tentunya). Nah, ini salah satu film Indonesia yang layak diacungin empat jempol, dan diberi standing applause, judulnya Mama Cake.

Oke, awalnya saya kira ini film bergaya teenlit yang ga jauh-jauh ceritanya kaya film Brownies, Saus Kacang, dsb.. Apalagi film ini sebelumnya sama sekali ga kedengeran iklannya (atau saya yg ga tau :D), biasanya kalo film kan heboh promo disini promo disana, supaya orang-orang berduyun-duyun nonton dan bisa balik modal. Tapi setelah baca banyak review nya di internet dan banyak yang merekomendasikan, akhirnya saya bertekad harus mensukseskan film ini dengan menontonnya di bioskop. 

Well, synopsis nya bisa dilihat disini yah 

Little Big Bite for a bigger soul!
Sebuah film drama comedy pop urban tentang perjalanan sehari semalam dari tiga orang sahabat, Rakha (Amanda Omesh), Willy (Boy William) dan Rio (Arie Dagienkz) dalam membeli sebungkus brownies MAMA CAKE, permintaan seorang nenek yang sedang sakit keras
Mengambil tempat di dua kota: Jakarta dan Bandung, dinana pada kedua kota besar inilah terjadi invasi besar-besaran akan arus budaya dan pemikiran barat yang telah jauh mengikis bangsa Indonesia dari nilai-nilai agama dan budaya ketimuran yang konon melekat erat disana
Perbedaan karakter, pemikiran dan gaya hidup yang sangat jelas dari ketiga sahabat itu pun membawa konflik dan mengangkat isu-isu tajam seputar agama dan social. Hingga akhirnya mereka dihadapkan pada persimpangan dimana persahabatan, cinta, takdir dan tujuan hidup menjadi pilihan yang nyata dalam hidup mereka

There are make this Movie is Different!!

Pertama, adanya efek animasi bergaya Popart & komikal, bikin film ini beda. Seinget saya sih, belum ada yah film Indonesia yang pake animasi kaya gini (atau saya yang belum pernah nonton, tau deh..) Yang jelas ini ga seperti film Indonesia biasanya, dan beda itu Keren!

Kedua, tentang sosok Rakha yang rambutnya di cat merah. Lo pikir semua orang yang rambutnya dicat adalah anak berandal gitu?! nop.. Ternyata doi adalah anak penurut pada orang tua, memegang amanah, memegang prinsip, takut pada dosa, menghindari narkotik, rokok, dan pergaulan bebas. Nih, perkataan keren anak muda jaman sekarang :
"Beda tipis antara Entertainment dengan Pembodohan"
"Kalo lo percaya teori Darwin, berarti lo ga percaya sama Tuhan"

Ketiga, saya pengen mengomentari tentang persahabatan para cowo.. Saya harus bilang WOW! Ternyata bener yah, para cowo kalo marahan sama temennya ga pernah lama-lama, mereka lebih cepat untuk memaafkan, bahkan hanya dalam hitungan jam, beneran wow!

Keempat, sosok Fajar Umbara (lupa nama tokohnya). Lupakan sejenak tentang kemisteriusannya. Lihat sosoknya, Rambut gondrong, pake jeans belel, muka kucel, tapi ya ampun.. dia pemaaf, penolong, berilmu, dan taat. Banyak di film ini yang bakal bikin kita sadar klo kita ga boleh Judge a book by its cover!

Oke, sekarang kita bahas tentang beberapa kemisteriusan cerita dalam film ini. Yang paling misterius adalah tentang Sosok Fajar Umbara. Pertama muncul, dia ketabrak mobil Rakha, tapi ga luka sedikit pun. Kemudian dia tiba2 tau kalo William pernah nyobain makan otak monyet, padahal percakapan ini terjadi sebelum mereka ketemu. Kejadian misterius lainnya waktu Rakha yang tiba-tiba ditimpuk tomat dari mobil sayur kemudian akhirnya berhasil melarikan diri dari kejaran orang sekampung. Terus ada Mobil ambulance yang tiba2 tombol sirine nya kepencet tomat dan akhirnya menyelamatkan William dari keroyokan preman. Pada saat yang sama Rio dikasih tomat sama Fajar Umbara. Semuanya dalam waktu bersamaan. Eh ada apa dengan tomat emangnya? kenapa harus tomat? :D 

Yang paling bikin merinding adalah kejadian di Rumah Sakit. Rakha akhirnya ketemu sama neneknya yang udah sehat dan dengan lahap memakan Brownis Mama Cake yang dibawa Rakha. Waktu ditanya "Nenek pulang sama siapa?" "Dijemput sama temen". Neneknya Rakha juga tiba-tiba nanyain tentang Mawar, dan ternyata... Pada saat percakapan ini terjadi, Nenek Rakha (yang sebenarnya) dalam keadaan kritis dan kemudian meninggal. Fiuhh... I dont have Idea for this, tapi biasanya orang yang akan meninggal memang memberikan pesan-pesan penting pada orang yang disayanginya, lewat apapun...
"Yang penting hatinya dulu yang dibenerin, baru otaknya dipinterin" - kata neneknya Rakha-

Sebelum Rakha masuk ke kamar Neneknya, dia ketemu Fajar Umbara yang katanya "Habis jemput temen", nah lho.. *makin merinding
Tapi lupakan lah... Seperti kata Mawar, "Anything Happens for a Reason", Di dunia ini ga ada yang kebetulan Bro n Sist.. :)

Salah besar kalo para penonton menganggap film ini ceritanya mengalir biasa aja. Tonton sampe selesai, ya..sekali lagi, sampe selesai.. karena saya heran juga, sampe filmnya habis dan tinggal tittle credit, lampu bioskop belum juga dinyalain. Ternyata di bagian akhir film ada agedan Candil (pemeran penjaga toko Mama Cake) ngasih foto Rakha & Mawar ke seorang Ibu, lalu Ibu tersebut menangis. Dan.. barulah saya mengerti. Semua kemisteriusan itu jadi masuk akal. 

Jadi begini, Ibu yang menangis tadi ternyata adalah ibunya Rakha, yang mungkin sudah lama ga ketemu, atau bahkan dibilangin udah meninggal (karena pada percakapan antara Rakha & ayahnya keliatan banget kalo ayahnya ini benci banget sama ibunya). Ibunya Raka ini ternyata adalah pemilik Toko Mama Cake. Neneknya Rakha tau bahwa hidupnya ga lama lagi, makanya dia pengen Brownies Mama Cake langsung dari pusat tokonya di Bandung, supaya Rakha bisa ketemu sama ibunya. Nah, Nenek & Ibu Rakha, kemudian mengatur perjalanan Rakha ke Bandung. Fajar Umbara & Mawar adalah orang-orang yang dipersiapkan untuk menemani perjalanan nya Rakha..
ya.. kira-kira begitulah, paragraf terakhir ini kesimpulan & persepsi pribadi sih :)

Nilai 8 dari 10 untuk film Mama Cake, minus 2 untuk adegan pelukan & ciuman nya, saya sih berharap sih ga ada adegan seperti itu.. tapi mungkin itu yang bisa membuat film ini terlihat lebih nyata dan apa adanya, sebuah gambaran dari kondisi kehidupan remaja jaman sekarang.

Nih quote favorit saya dari film ini
"Hari gini gitu ga zakat, apa kata akherat!"
Siapa yang menyangka film ini adalah film bertema religi..
Full with lesson of life... 

Recommended Movie.. Ayo tonton film Indonesia! :)




HP Tidak Bisa Dicharge

Sebelumnya, perlu diketahui, ini bukan blog atau tulisan berbayar :)


Untuk urusan telpon dan sms, saya mempercayakan pada sebuah HP imut bermerk Samsung, type GT-E1195. Kenapa imut? karena yang punya imut-imut, hehe.. *abaikan* Karena ukurannya memang imut banget. Ini HP berjenis flip. Begini penampakannya :

Imut kan? Tapi ini bukan HP saya, cuma ngambil gambar dari internet


Dua hari yang lalu, saya sedang dalam perjalanan seharian, lupa kalo batere HP low, dan akhirnya matilah dia. Sampai di rumah, saya tidak langsung charge, karena charger ketinggalan di kost. Keesokannya, saya charge di kost, eh itu HP ga mau nge-charge, dipindah-pindah ke stop kontak lain, hasilnya tetep sama, ga mau nge-charge. Antara panik dan tidak panik. Panik karena HP ini baru dipakai sebulan (walaupun murah - 280 ribu - tapi tetep aja itu duit. Tidak panik, kan saya masih punya HP lain untuk komunikasi *mulai sombong*

Sebagai konsumen yang tak mau rugi, saya segera membawa HP ini ke Samsung Mobile Service Centre terdekat di ITC Roxy Mas. Baru pertama kali ini service HP. Service centre-nya sederhana dan modern. Yes, kemodernan ternyata tidak harus identik dengan kemewahan. Tiap Customer yang dateng harus ambil nomor antrian, kaya di bank-bank itu lho, tinggal pencet trus keluar nomor *norak*. Jadi ga ada customer yang nyelak-nyelak. Dan disinilah saya agak berbangga dengan perempuan Indonesia, karena semua petugas service centre adalah perempuan (termasuk teknisi nya).

Kembali ke HP. Saya duduk berhadapan dengan Mba teknisi.
"kenapa HPnya mba?"
"kemarin baterenya habis, trus ga bisa dicharge"
Lalu mba teknisi dengan lincah memeriksa HP saya, mencari-cari sesuatu di kolong mejanya. 3 menit kemudian, dengan tenang Mba teknisi bilang,
"HPnya ga kenapa-kenapa kok mba, ini bisa nyala"
"Hah?!?! Masa sih?" *antara senang dan malu*
"Itu pake batere saya?"
"Iya"
"Pake charger saya?"
"Iya" *gubrakkkk*
"Kemarin pasti HPnya low bat sampai mati total ya?"
"Iya mba" *tau aja Mba teknisi*
"Lain kali jangan sampai mati total, dia agak susah untuk nyala lagi, harus dipancing dulu pake batere lain"
"Oooo..gitu ya"
"Ini mau langsung diambil HPnya atau di charge dulu?"
"Dicharge dulu aja deh mba, takut mati lagi"

Bener deh, bertahun-tahun saya punya HP, baru kali ini ada kasus HP ga boleh mati total. Udah gitu pake harus dipancing sama batere lain. Tapi baiklah, daripada terjadi lagi hal yang sama, akan saya turuti nasehat Mba teknisi. 


Agak gimana gitu ya, dateng ke service centre, cuma buat ngecharge HP :D




Suatu pagi di atas kereta

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (QS Al Baqarah : 214)


Sabtu kemarin saya, mama, dan tante saya bareng-bareng pergi ke Tanah Abang naik kereta kududuk dimuka, kududuk samping pak kusir yang sedang #eh #salahfokus... :p Ceritanya mau belanja-belanji. Kita janjian ketemu di Stasiun UI jam 07.00 karena menurut jadwal, kereta akan sampai & berangkat lagi jam 07.15. Saya & mama sampai di UI jam 06.45, tante saya belum keliatan batang kacamatanya. Akhirnya saya putuskan untuk keliling stasiun cari tante, tapi nihil. jam 07.00 tepat terdengar pengumuman kalo kereta sudah masuk stasiun. Gawat, padahal jadwalnya 07.15 dan padahal tante saya belum ketauan ada di mana. Untungnya kereta berhenti agak lebih lama dari biasanya *tumben banget*, jadi dengan sigap saya telpon tante
"Tante, ada dimana?"
"Di Stasiun, diah dimana?"
"Di Stasiun juga, lah tadi kok Diah cariin ga ada" *baru kepikiran kenapa ga telpon dari tadi* -_-'
"Ada kok di pojokan"
"Ini keretanya udah ada nih, gimana dong"
"Ya udah, naek aja"

Okey, saya dan mama pun naik ke kereta, urusan ketemuan, nanti dululah. Tapi tak berapa lama, tante saya muncul dari gerbong lain. Alhamdulillah, cukup lega, ternyata beliau udah naik juga. Tapi..
"Diah, tiketnya udah dibeliin kan?" *tuingggg**
"lah..belum, kirain tante udah beli sendiri"
"belum beli, tadi kata Diah udah ada" *tuinggg lagi** 
(dalam hati : keretanya yang udah ada, bukan tiketnya)

Petugas KA mulai mendekat, saya mulai keringet dingin dan mulai menyusun rencana. Antara rencana licik dan rencana jujur. Tiba-tiba terjadilah peristiwa itu *Zoom in Zoom out*
"Pak, pak.. saya minta maaf nih pak, ini ada kesalahpahaman saya sama keponakan saya. Saya kira tiketnya sudah dibeliin ternyata belum, jadi gimana ya pak"
"aduh gimana ya bu..." *sejenak diam*
"Kalo sesuai prosedur, harusnya ibu diturunin, atau kalo ngga, harus bayar denda"
"Dendanya berapa pak?"
"Yaa...lumayan gede bu" *hening lagi, agak lama*
"Ya udah bu, coba dicari lagi tiketnya di tas"
Kemudian benar-benar hening. 

Saya berpikir agak keras mencerna kejadian ini. Pak petugas gimana tho, udah jelas-jelas tadi kita bilang ga beli tiket, kok disuruh di cari di tas. *doongggg** Dan saya pun sadar, itu sinyal dari petugas bahwa dia menoleransi kami yang ga beli tiket. Alhamdulillah, petugas yang sangat baik hati. Tak lama kemudian ada bapak-bapak yang juga baik hati memberikan tiketnya pada tante saya (karena nanti pas mau keluar stasiun biasanya diperiksa lagi). Bapak-bapak ini tak mau uang tiketnya diganti.

Subhanallah banget deh.. Mungkin bagi orang lain, kejadian seperti ini sangat remeh temeh, tapi tidak untuk saya yang mengalami langsung. Bukti bahwa pertolongan Allah itu dekat memang benar-benar terjadi. Coba bisa aja kan petugas tadi mood-nya lagi ga bagus, trus saklek memberlakukan prosedur pada kami, atau bisa aja ga ada Bapak-bapak baik hati kemudian di luar kami ditanyai tiket. 

Jadi, percaya deh kalo pertolongan Allah memang dekat, tentunya dalam berbagai cara. Dan orang-orang baik hati memang masih banyak tersebar di muka bumi ini. Juga orang-orang jujur dan mau mentaati prosedur seperti tante saya, masih banyak.. :)

Terimakasih!



Batu di Malam Hari yang Spektakuler

Hei, saya baru tau kalo kota Batu itu sudah pisah dari Malang, dan menjadi kota sendiri, Kota Batu. Menurut saya kota ini, keren (pake banget). Batu itu semacam "Puncak"nya Malang. Alun-alun Kota Batu konon katanya mencapai Milyaran, yah, gak heran sih, mungkin ini satu-satu nya alun-alun kota di Indonesia yang ada Kincir Raksasa nya (semacam di Dufan), dan lebih unik lagi, bangunan toilet umumnya berbentuk apel (khas Kota Batu).

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan visit ke Batu, menginap di Hotel Kusuma Agro Wisata. Katanya mas-mas guide sih, hotel ini sering dipake sama Pak Pres kalo lagi liburan ke Batu. Dalam hati sihh... so what gitu loh... lo mau bangga karena nginep di hotel yang sering dipake presiden? ya elah.. presiden juga manusia kali. Oke, skip that. Saya mau cerita tentang sebuah tempat wisata di Batu yang menurut saya amat sangat keren banget.


Namanya Batu Night Spectacular (BNS). Waktu dijelasin sama mas guide, saya kira tempat ini cuma semacam pasar malem gitu deh, tapi ternyata saya salah! Iya sih, saya emang belum pernah dateng ke Trans Studio di Bandung apalagi di Makassar, yang konsepnya indoor dan banyak lampu-lampu itu. Tapi menurut saya BNS lebih alami dalam menampilkan keindahan cahaya lampu.  Karena malam hari, kegelapannya itu jadi natural, ditambah hawa-hawa Batu yang dingin gimana gitu, ini tempat jadi asik banget. Saya sih berasa kaya di luar negeri, kaya di film-film *norak level tinggi. Dimana lagi coba, tempat di Indonesia, yang ada wahana-wahananya, ada tempat nongkrong-nongkrongnya, ada tempat jualan souvenir yang luas (banget), buka di malam hari!


Meskipun wahana-wahananya ga seekstrim di Dufan, tapi jumlahnya banyak banget dan cukup seru. Sampe ada tempat ice skating, paintball, karoke, di Dufan or Trans Studio mana ada.. Sayangnya waktu itu karena saya & rombongan dikasih waktu cuma 1,5 jam (fiuhhh....) jadi cuma sempet naek bom-bom car, rumah yang diputer-puter (ga tau apa namanya), sama masuk ke lampion garden buat foto-foto. Segitu aja udah kerasa serunya, apalagi saya pergi bareng rombongan orang-orang kantor yang biasanya kita ngomongin kerjaan mulu, kali ini waktunya hepi-hepi :D. 

Next time, kalo ada waktu saya pasti kesini lagi.. harus! :)





Kontak di YM Hilang

Kaget tujuh keliling waktu buka YM di HP tadi sore, coz all my contact is gone, yes...gone!! dan tersisa hanya 3 orang. Awalnya cuma mikir mungkin HP saya yang rada error, atau jaringan yang lagi ga oke. Ternyata waktu buka YM di laptop pun demikian keadaannya, semua kontak hilang..ya..hilang. Ada temen yang nyaranin buka pake ebuddy, tapi tetep hilang, tetep begitu keadaannya. You know what, kehilangan kontak di YM itu rasanya kaya kehilangan phonebook HP. yaa.. emang sih, YM sekarang jarang banget dipake, karena udah ada media chitchat lain yang lebih simpel kaya Whatsapp, facebook messenger (ga nyebut BBM karena ga punya BB), tapi YM masih jadi pilihan yang dipilih untuk media chitchat, karena adakalanya orang-orang berganti HP, berganti nomor, tapi jarang yang berganti YM. Dan kontak YM saya itu terdiri dari kumpulan temen-temen sejak jaman kenal internet di kuliahan.

Meski dalam keadaan panik karena kehilangan, saya mencoba tetap tenang #ehem. Saya kulik-kulik akun email saya. Ketemu tab "Kontak". Disitu ada pilihan "Kontak yang telah dihapus". Beberapa detik setelah saya klik itu..deng dongggg... ada 231 kontak yang telah dihapus. Dua ratus tiga puluh satu, sodara-sodara!! Siapa yang udah ngehapus? Hacker? Kesalahan pihak yahoo mail? problem ama sayah?? Fine!! #ngelusdada 
Sabar...sabar...

Masih ada harapan deh. Karena disitu ada pilihan "Kembalikan kontak" atau "Hapus selamanya". Tentunya saya pilih yang pertama. Kembalikan kontak. Alhamdulillah otomatis kontak di YM muncul semua, walaupun yaa... harus nunggu diapprove satu persatu. Okey, no problem, yang penting kontak nya masih pada ada.

Penyebab kehilangan kontak di YM ini masih belum saya temukan. Demi keamanan, saya ganti password yang super susah. Ini kedua kalinya saya ganti password. Sebelumnya, ada yang pake alamat email saya untuk bikin akun di facebook. Itu orang enak aje pake email orang buat bikin akun facebook, ya sudahlah saya ganti password, saya hapus semua daftar teman-teman facebooknya, saya ganti nama & foto profilnya, itu pelajaran buat dia.

Urusan email aja serius amat? yaa... seriuslah.. tapi santai aja. Meskipun saya bukan orang penting yang akun emailnya harus di hack, tapi khawatir aja kalo email di hack terus kirim yang macem-macem ke kontak temen-temen yang ada di email saya. kan jadi merugikan banyak pihak.



Yang salah dianggap benar, Yang benar dianggap salah.

Lagi rame-rame konser Lady Gaga. Konon orang-orang pada merasa aneh dengan pelarangan konser sang artis ini di Indonesia. Kalo saya sih malah aneh sama orang-orang yang protes atas pelarangan tersebut. Jadi gini ya, kalo misalnya dulu-dulu artis-artis barat seksi ga pernah dilarang kemudian sekarang dilarang ya berarti ini kemajuan. Sebaliknya, kalo yang sekarang ga jadi dilarang cuma karena gara-gara dulu-dulu juga ga pernah dilarang, trus kapan majunya?? . Ini sama aja kaya membiarkan koruptor yang baru ketauan korupsi karena sebelum-sebelumnya para koruptor yang juga ketauan ga pernah ditangkap. Atau membiarkan situs porno ga diblokir hanya karena situs porno lainnya akan terus bermunculan lagi dan lagi. 

Kok pada nyaman banget dengan kesalahan-kesalahan yang berulang-ulang? Kenapa pada nyaman banget dengan "biarkan apa adanya seperti yang sudah-sudah"? Jadi kapan mau berubah?
Lama-lama yang salah dianggap benar dan yang benar dianggap salah. 

Islam itu dimulai dalam keaadaan asing dan suatu saat akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing tersebut" (HR. Muslim)







Ketika dunia ini berputar terlalu cepat


Merasa dunia ini berputar telalu cepat? Tak pernah merasa cukup istirahat setelah seharian bekerja? Tak pernah puas tidur di malam hari, sekalipun tidur cepat dan bangun siang? Merasa sibuk dengan pekerjaan dan tak ada Tak ada waktu cukup untuk melakukan semua hal?

Hati-hati!!

Ini adalah gejala bahwa kita tidak menggunakan waktu dengan hal-hal yang berarti. Menonton tivi, berselancar di internet, bercengkrama dengan teman-teman, ehm..saya tidak bilang bahwa itu semua adalah perbuatan yang tidak berarti. Tentu saja akan berarti, jika.. sesuai dengan porsinya. Masalahnya adalah, kita sering lupa (atau tidak tahu?), bagaimana porsi yang pas untuk semua hal yang kita lakukan.

Mari perhatikan yang ini,
Menonton berita setengah jam dengan menonton sinetron dua jam. Dua-duanya sama-sama menonton tivi, tapi banyak orang sudah merasa puas dengan menonton berita setengah jam dan tidak puas dengan menonton sinetron dua jam. Dari sini kita bisa memilih dengan jelas, mana porsi yang lebih baik (dan benar).

Jangan terlalu serius dengan urusan menonton tivi. Karena urusan kita selain itu banyak sekali. Jadi sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui bagaimana porsi yang pas, semua hanya soal kebiasaan dan keberanian.

Biasa meninggalkan hal-hal bukan proritas yang membutuhkan banyak waktu.
Berani memerangi musuh yang paling enggan dimusuhi yang bernama MALAS.

Biar saja dunia ini berputar dengan cepat. 
Biar saja jika di malam hari kelelahan yang kita rasakan itu amat sangat. 
Asalkan dalam sehari, hidup kita dipenuhi hal-hal yang berarti.






IBF I'm in luph ^^

Jika sedang tak ada halangan, saya tak akan pernah melewatkan momen-momen Book Fair yang selalu diadakan di Istora Senayan. FYI, dalam setahun ada 3 kali book fair "bergengsi" yang diadakan di Istora (Islamic Book Fair, Indonesian Book Fair dan Pesta Buku Jakarta). Islamic Book Fair selalu menjadi yang paling padat pengunjung & penerbit.

Bagi saya, berbelanja buku jauh lebih menyenangkan (dan bermanfaat) ketimbang belanja tas/sepatu. Kalo beli tas 300 ribu cuma dapet satu, kalo beli buku duit segitu bisa beli 5-6 buku ^_ ^  Dan yah...jadilah saya pergi ke Islamic Book Fair di hari ketiga. Kenapa? karena hari ini penulis favorit saya Talk Show di panggung utama. Saya penasaran dengan sosok Tere Liye yang begitu melankolis saat menulis novel dan begitu kritis saat menulis notes. Lihat saja, dia duduk di panggung dengan gaya fashion yang sangat cuek, bahkan bersendal jepit! Dan beberapa kali kritikan cadas (tapi sangat memotivasi) dia lontarkan dengan cuek (gw suka gaya lo bang! :D). Sebenernya di sesi tanya jawab saya pengen tanya tentang kemungkinan Tere Liye menulis buku non fiksi bergaya citizen jurnalism, sayang...pertanyaannya tak sempat terlontarkan, hiks...




Setelah puas nonton Tere Liye di panggung (tentu saja saya tak melewatkan sesi Book Signing, klo untuk foto-foto, haha...gak lah... itu urusan para Abege sajah...), saya memulai perburuan buku. Dalam hal membeli buku di Book Fair, sejak dari jauh-jauh hari, saya sudah mendaftar buku apa saja yang mau saya beli, tapi seperti biasa, untuk buku yang ada dalam daftar tersebut, paling hanya 1-2 yang saya temukan. Selebihnya, saya akan sangat selektif membeli buku yang tidak ada di dalam daftar. Kenapa selektif? karena budget saya terbatas, hehe.. 

Biasanya, sebelum membeli saya akan memutar satu kali untuk melihat-lihat semua stand (yaa..semua..!!), stand-nya doank sih, haha.. untuk stand penerbit ternama, saya akan melihat buku-buku terbaru dan best seller, kalo ada yang "klik" maka saya tandai dalam hati, diingat-ingat judul, dan harganya. Untuk stand penerbit yang kurang ternama, saya memilih secara random, pasti dari yang random itu ada yang "klik" untuk kemudian saya ingat-ingat juga judul, harga & letak stand nya. Setelah berjalan satu putaran, lalu saya menimbang, menghitung, membayangkan buku-buku yang sudah "ditandai" tadi, manakah yang paling sesuai kebutuhan dan paling sesuai harganya untuk dibeli. Setelah ketok palu, saya kembali berjalan lagi, mengunjungi stand2 tadi. Pada kondisi sangat padat pengunjung (terlebih di hari minggu) & stand penerbit, mengelilingi Istora bukanlah hal yang mudah dan cepat. Semua proses itu membutuhkan waktu minimal 4 jam, ditambah waktu sholat & antri kamar mandi. Amat melelahkan memang.. tapi tak apa, jika itu untuk buku-buku yang bermanfaat sekaligus menghibur :) 

Oia, tadi juga kebetulan ada Asma Nadia & Helvy Tiana Rosa di stand Toko Gunung Agung, jadi sekalian aja ikutan Book Signing :)


Baiklah, inilah hasil perburuan saya di Islamic Book Fair 2012 :
  1. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah - Tere Liye
  2. Indonesia Incorporated - Zaynur Ridwan
  3. Sakinah Bersamamu - Asma Nadia
  4. From Pesantren with Fun - Irvan Aqila
  5. Think Dinas - Endy J. Kurniawan
  6. Pilar-Pilar Kebangkitan Umat - Prof Dr. Abdul Hamid Al Ghazali
  7. Majalah Ummi Special Edition Islamic Wedding 


Beraneka ragam penulis dan beraneka ragam kategori :) karena saya tak mau pilih kasih pada buku-buku, mereka semua sahabat saya, memberitahu tanpa menggurui, menjawab tanpa merendahkan, menghibur tanpa melenakan... Jangan minta saya ceritakan apa isi buku-buku tersebut, karena saya juga belum baca :D dan kalo mau tau, belilah.. atau bacalah ringkasan di cover belakangnya :) Buku From Pesantren with Fun akan saya berikan untuk keponakan saya yang dua tahun lagi SMPnya akan masuk pesantren. Sebenernya buku-buku Seri Jilid seperti Kumpulan Risalah Dakwah, Tafsir Fizhilalil Quran, dll, itu harganya super murah di IBF, tapi mengingat kamar kost yang luasnya pas-pasan ini, saya tangguhkan dulu pembeliannya, hiks.. Eniwei, saya bener-bener butuh lemari buku lagi nih.. -_-'

“Buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru. Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.” --Abdurahman Faiz--


P.s : saya cari2 "Di bawah lindungan Ka'bah" & "Tenggelamnya Kapal Van der wijck" - Buya Hamka , tapi gak ketemu di IBF :(




C-nya sudah hilang

29 Februari 2012,
Page 60 of 366,

Tanggal ini istimewa karena hanya ada 4 tahun sekali. Hari ini istimewa karena setelah 22 bulan, huruf C hilang dari status kepegawaian saya.


Bersama sebagian Angkatan 74 Prajab

Sejak kecil sampai lulus kuliah saya sudah berkali-kali ganti cita-cita, pernah ingin jadi dokter, jadi wartawan, jadi peneliti, jadi aktivis lingkungan, sampai saat itu saya tak pernah memikirkan cita-cita menjadi PNS. Lalu tiba-tiba saja orangtua menginginkan saya ikut tes-tes rekruitmen CPNS ini itu. Semua saya ikuti, tentu saja demi membuat orangtua saya senang.

Tahun 2008-2009, dalam setahun saya bisa mengikuti sekitar 6-7 tes rekruitmen CPNS, kebanyakan di Kementrian dan Badan, satu kali ikut di Sukabumi, dan Jakarta. Yang terakhir ini, Alhamdulillah atas ijin Allah dan doa orang tua, saya diterima.

Ada banyak orang yang meskipun telah diterima pada pekerjaan lain, tapi sangat berat meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Dan itu terjadi pada saya. Posisi saya saat itu sedang bekerja di sebuah LSM lingkungan yang fokus pada bidang advokasi, di mana hampir semua kebijakannya bertentangan dengan pemerintah. Kemudian saya harus resign dengan alasan diterima menjadi PNS. Imagine how they thought about me! Tidakkah saya terlihat seperti seorang pengkhianat? 

Tapi bagi saya, ridho orang tua jauh lebih penting dan berkah. Saya pernah melihat pemerintah dari sisi dunia luar (LSM), dan ini saya jadikan salah satu pegangan jika saya salah langkah kelak, bahwa pemerintahan (dan saya yang berada di dalamnya) selalu diperhatikan oleh orang banyak, baik masyarakat awan ataupun kaum intelektual & idealis. 

Bahkan ketika hari pertama masuk kantor, ada yang langsung mempertanyakan "idealisme" saya, dengan dasar bahwa saya lebih memilih jadi PNS daripada kerja di LSM. Sejak itu saya tak ingin lagi menggunakan kata "idealisme" dan menggantinya dengan Istiqomah (bisa dibaca disini )

Saat di LSM, saya dididik untuk mengkritik pemerintah, sekarang setelah berada di pemerintahan saya membiasakan diri untuk tidak takut mengkritik kebiasaan buruk sesama PNS, perintah atasan yang agak "aneh", atau kebijakan yang tidak pro rakyat, dengan cara yang lebih halus tentunya. Saya ingin membuktikan ketidaktepatan perkataan seorang kawan aktivis LSM yang berkata bahwa pemerintahan hanya bisa "digebrak" dari luar.

Eniwei, saya baru 22 bulan mendiami sistem yang orang-orang bilang kacau ini, saya hanya bagian sangat kecil daripadanya, saya anak baru kemaren sore, masih ada 30 tahun lagi jika umur saya panjang. Doakan saya Istiqomah, dan bisa menjadi bagian dari orang-orang yang "menggebrak" dari dalam. Semoga status PNS saya barokah.

PNS = PelayaN maSyarakat


Ps. : Setelah dibaca2 (terbiasa nulis dulu baru baca ulang) postingan ini agak narsis, ga apa2 yah, kan hari istimewa :D 


Bertanya

Yah, ketika saya bertanya apa, mengapa, kapan, bagaimana, sebenarnya saya memang bertanya dengan sungguh-sungguh dan mengharap jawaban sungguh-sungguh. Bertanya bukan untuk menjadikan diri lebih rendah dari orang yang ditanya. Bertanya juga bukan untuk menyombongkan diri karena ternyata kitalah yang lebih tau dari orang yang ditanya. Bertanya ya bertanya saja, untuk sesuatu yang tidak kita ketahui, untuk sesuatu yang tidak bisa kita temukan jawabannya atau yang tidak kita pahami hanya dengan membaca buku, jurnal, (apalagi artikel internet).

Maka peluang terbesar kita adalah ketika seorang guru/dosen/pembicara seminar “Ada yang ingin bertanya?” Kita sebaiknya lebih banyak bertanya daripada mendebat mereka. Bertanya akan membuat ilmu kita bertambah, dibandingkan mendebat hanya untuk mempertahankan pengetahuan kita yang itu-itu saja.

“Karena bertanya tak membuatmu berdosa”