"...Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang.."
This is my Dreamland, someday.. I'll be there
1. Makkah Al Mukarramah
2. Paris
3. Mahameru
![]() |
| e-ticket yang udah bikin seneng sekaligus galau |
Sayangnya, kedua teman saya ini membatalkan kepergian di malam hari sebelum pergi keesokan harinya. Hufftt... Agak kesel sih ya.. mbok ya kalo mau membatalkan tuh yang niat dan bertanggung jawab gitu lho, jangan mepet waktunya.. Karena pembatalan yang mendadak, susah banget cari pengganti orang yang mau berangkat bareng saya ke MTGW. Bukannya saya takut berangkat sendirian, tapi karena sayang banget kalo tiket untuk 3 orang ini sia-sia begitu aja. Nyatanya ketika saya tawarkan pada beberapa orang teman, saudara, kerabat, banyak yang berminat menggantikan, hanya saja mereka sudah terlanjur ada acara lain di hari itu. Tapi akhirnya saya pun berhasil menggaet sepupu saya untuk berangkat bareng ke MTGW, sedangkan jatah untuk satu orang lagi hangus.
![]() |
| Duduk paling depan viewnya paling oke |
Jam 10.00 peserta mulai registrasi. Kami dibagikan nasi box. Nasi ini harus habis dimakan saat itu, karena nanti saat Taping berlangsung tidak bisa dititipkan. Hehe.. bayangkan kami harus makan nasi jam 10 sambil khawatir dengan status nasi tersebut, apakah itu untuk makan pagi atau makan siang (untuk makan siang kepagian dan untuk makan pagi kesiangan). Jam 11.30 peserta dipersilakan masuk ke studio. Karena saya malas berdesak-desakkan, jadi saya menunggu sampai orang-orang selesai masuk, pikir saya, biar saja dapat tempat paling belakang. Biasanya orang kalo berdesak-desakkan masuk dalam ruangan, mereka ingin duduk di tempat strategis. Tapi ternyata tempat strategis di studio ini adalah kursi-kursi tengah dan belakang, saya agak kaget melihat kursi kosong yang tersisa hanya di barisan paling depan. Oh.. rupanya mereka kurang pede duduk di barisan paling depan, persis ketika ujian, hehe. Saya dan sepupu saya kok ya malah cengar-cengir duduk di depan, bisa sering-sering kesorot kamera. Aye masuk tipi maakkkk!!! wkwk...
![]() |
| Host keren ^_^ |
Taping kedua tentang "The Making of Jodoh" ternyata lebih seru dari yang pertama (pastinyaaa...), karena itulah saya bilang 70 % dari peserta adalah jomblo-jomblo bahagia :D Buktinya mereka tak henti-hentinya bergantian mengajukan pertanyaan, sambil cengar-cengir, tersenyum dan tertawa. Persoalan tentang jodoh memang takkan selesai dibahas dan takkan bosan didengar. Ah, sayang.. teman saya yang dua orang tadi ga jadi berangkat, betul-betul disayangkan..
Eyaampun.. panjang bener ini postingan, haha.. Salam Super!!
So, let's do it again.. Ini namanya move on.. :)
Pernah saya dan teman-teman bertanya "kenapa kamu sering banget bilang maaf dan terima kasih? kaya mpok minah di film bajai bajuri" (sambil bercanda menirukan gaya mpok Minah). Semoga sih dia tidak marah karena candaan itu. Dia bilang, dia orangnya ga enakan, khawatir ada prilakunya yang menyinggung orang lain.. Oemji! padahal dia anaknya super baik, rajin, suka ngajarin materi kuliah yang susah-susah, suka kasih pinjem contekan tugas kuliah (hehe..), dan rendah hati banget, dan dia masih khawatir akan menyinggung perasaan orang lain?? Malu rasanya..
IMHO, ga perlu banyak mikir untuk bilang "Maaf" dan "Terima kasih". There're always reason to say "Sorry" and "Thank You". Dalam setiap perilaku kita, tiap detiknya, baik sedang berinteraksi dengan orang lain ataupun tidak, bisa jadi ada saja hal-hal yang tidak pantas kita lakukan. Pasti ada saat-saat tertentu yang orang lain lakukan kepada kita dan kita ga tau. Sebaliknya ada yang kita lakukan kepada orang lain dan orang lain ga tau. Get it?? agak lieur yah..
Mendengar itu simple untuk dilakukan. Kita hanya perlu diam duduk manis, menatap orang yang sedang berbicara, lalu dengarkan dengan penuh antusias. Mendengar antusias artinya menunjukkan kalo kita tertarik dengan apa yang dibicarakan lawan bicara, dengan sesekali menimpali, bertanya atau memberikan pendapat, sesekali saja, tak boleh porsinya lebih banyak dari yang sedang kita dengarkan, (dan jangan memotong pembicaraan kalo ga mendesak) Walaupun sebenarnya kita tak tertarik dengan apa yang dibicarakan? yup.. tetaplah antusias, believe me, it's worth it. Pasti ada sesuatu yang bisa dapatkan dari pembicaraan tersebut.
Noted : Please jangan mendengarkan sambil maenin gadget! Siapa pula yang ga sebel kalo sedang berbicara dan yang diajak bicara justru fokus pada gadgetnya. Mending usah sekalian, puas-puasin maen gadget dulu deh, baru belajar mendengarkan. Ok!
Anyway, Saya ga akan bilang bahwa mendengarkan itu susah. Mendengarkan itu simple! Sesimple duduk nonton tivi atau dengerin radio. Gak percaya? Hayuk kita coba :)
"Listen up, then speak up"
Selamat tanggal 2 Oktober!
Terima kasih Allah, masih memberiku nafas kehidupan hingga hari ini
Terima kasih Allah, atas fajar, mentari dan alam semesta yang masih setia menjalankan tugasnya dalam menemani hari hariku
Terima kasih Allah, telah mengizinkanku utk selalu berada di sekeliling cinta & kasih sayang orang tua, keluarga, sahabat, dan teman-temanku
Terima kasih Allah, atas segala nikmat, rahmat & berkah, yang sungguh tak pernah bisa terhitung dan terbalas olehku
Terima kasih Allah,atas terkabulnya doa2 yg kupanjatkan selama hidupku dan doa2 orang lain yang menyebut namaku di dalamnya
Terima kasih Allah, untuk hari ini, hari2 kemarin dan hari2 selanjutnya
Terima kasih batik indonesia telah memeriahkan hari lahirku
Allah, mohon bahagiakan keluargaku dan orang-orang disekitarku
Mohon ampuni dosa-dosaku dan mereka
Mohon jauhkan aku dan mereka dari sakit dan kesusahan
Mohon limpahkan rezeki yang baik dan halal bagiku dan bagi mereka
Mohon mudahkan langkahku dan mereka dalam aktivitas kami masing-masing
Mohon jadikan aku dan mereka sebagai manusia yang bisa bermanfaat untuk sekitar
Mohon teguhkan aku dan mereka di jalanMu
Mohon bimbing aku dan mereka menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin
Mohon ijinkan aku segera bertemu dengan tulang rusukku :
Little Big Bite for a bigger soul!
Sebuah film drama comedy pop urban tentang perjalanan sehari semalam dari tiga orang sahabat, Rakha (Amanda Omesh), Willy (Boy William) dan Rio (Arie Dagienkz) dalam membeli sebungkus brownies MAMA CAKE, permintaan seorang nenek yang sedang sakit keras
Mengambil tempat di dua kota: Jakarta dan Bandung, dinana pada kedua kota besar inilah terjadi invasi besar-besaran akan arus budaya dan pemikiran barat yang telah jauh mengikis bangsa Indonesia dari nilai-nilai agama dan budaya ketimuran yang konon melekat erat disana
Perbedaan karakter, pemikiran dan gaya hidup yang sangat jelas dari ketiga sahabat itu pun membawa konflik dan mengangkat isu-isu tajam seputar agama dan social. Hingga akhirnya mereka dihadapkan pada persimpangan dimana persahabatan, cinta, takdir dan tujuan hidup menjadi pilihan yang nyata dalam hidup mereka
"Yang penting hatinya dulu yang dibenerin, baru otaknya dipinterin" - kata neneknya Rakha-
Full with lesson of life...














