"Maaf" dan "Terima kasih"

Waktu kuliah, saya punya seorang teman (sekarang juga masih berteman sih) yang hobby banget bilang "maaf" dan "terima kasih". Entah itu bawaan karakternya atau bawaan kultur di lingkungan asalnya. Awalnya aneh aja, sebentar-sebentar bilang "maaf", sebentar lagi bilang "terima kasih" tapi ya kita teman-temannya maklum aja. Lama-lama kita mulai protes, pas dia bilang "maaf", saya bilang lagi "maaf kenapa emangnya? kamu ga salah apa-apa kok". Di lain waktu dia bilang "terima kasih", saya balas "harusnya aku yang terima kasih kali...".

Pernah saya dan teman-teman bertanya "kenapa kamu sering banget bilang maaf dan terima kasih? kaya mpok minah di film bajai bajuri" (sambil bercanda menirukan gaya mpok Minah). Semoga sih dia tidak marah karena candaan itu. Dia bilang, dia orangnya ga enakan, khawatir ada prilakunya yang menyinggung orang lain.. Oemji! padahal dia anaknya super baik, rajin, suka ngajarin materi kuliah yang susah-susah, suka kasih pinjem contekan tugas kuliah (hehe..), dan rendah hati banget, dan dia masih khawatir akan menyinggung perasaan orang lain?? Malu rasanya..


Tahukah bahwa kata "Maaf" dan "Terima kasih" adalah dua kata yang paling banyak dibutuhkan oleh manusia (ni kesimpulan pribadi sih, haha..). Siapa yang ga candu sama kedua kata ini? ayo ngaku ga..ngaku ga?!? Kalo semua manusia seperti teman saya tadi yang rajin sekali bilang "Maaf" dan "Terima kasih", maka damailah dunia ini.

IMHO, ga perlu banyak mikir untuk bilang "Maaf" dan "Terima kasih". There're always reason to say "Sorry" and "Thank You". Dalam setiap perilaku kita, tiap detiknya, baik sedang berinteraksi dengan orang lain ataupun tidak, bisa jadi ada saja hal-hal yang tidak pantas kita lakukan. Pasti ada saat-saat tertentu yang orang lain lakukan kepada kita dan kita ga tau. Sebaliknya ada yang kita lakukan kepada orang lain dan orang lain ga tau. Get it?? agak lieur yah..

Misalnya nih ya, lagi ngelamun tiba-tiba keingetan seseorang yang menjengkelkan, trus ngedumel dalam hati. Guru saya bilang, kita ga boleh mencela orang termasuk dalam hati... so be carefull! Meskipun orang itu ga tau udah kita cela-cela dalam hati, tetaplah minta maaf. Ini berlaku juga buat yang pada suka gosipin orang.

Contoh lain, kita kadang tidak tahu apa yang dilakukan seorang sahabat untuk kita, mungkin dia sering mendoakan kita tapi ga bilang-bilang, atau dia ikut memikirkan jalan keluar ketika kita curhat tentang kesusahan kita.. who knows.. Terlebih kedua orang tua kita, siapa yang tahu di tiap sholatnya mereka menangis mendoakan kita, atau mereka teramat khawatir mendengar kabar kita anaknya yang sedang merantau jatuh sakit.

Coba deh, kalo pas Ramadhan dan Idul Fitri, orang-orang saling berkirim-kirim ucapan "Maaf lahir batin", lewat kartu lebaran, sms, facebook, email, terkadang orang yang ga begitu kita kenal pun mengucapkan maaf. Bahkan Institusi, Perusahaan, Bank, Koran, Majalah, TV, mereka ga kenal kita tapi minta Maaf!! Dahsyat ya..

Ah, ini yang paling penting. Berapa banyak yang telah Allah berikan untuk kita? Berapa banyak dosa yang telah kita lakukan karena tidak mentaatiNya? Berapa "Maaf" dan "Terima kasih" yang harus kita lakukan untuk menebus semua itu?

Jadi, carilah alasan sekecil apapun untuk berucap "Maaf" dan "Terima kasih"?? Say it to people around you and to God.. semoga hidup kita menjadi lebih indah.. :)




Listen Up!

I love listening, I don't know why, just love to do it. Saya bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dengan mendengar, dibandingkan dengan berbicara. Pertama, dengan mendengar saya mendapat materi/pengetahuan baru. Kedua, dengan mendengar saya bisa berbicara tentang apa yang pernah saya dengar. Ketiga, akhirnya saya punya kemampuan setingkat lebih tinggi daripada orang yang hanya berbicara. Untung bukan? Lagipula, mendengarkan akan memperkaya sudut padang, persepsi dan wawasan kita.



Mendengar itu simple untuk dilakukan. Kita hanya perlu diam duduk manis, menatap orang yang sedang berbicara, lalu dengarkan dengan penuh antusias. Mendengar antusias artinya menunjukkan kalo kita tertarik dengan apa yang dibicarakan lawan bicara, dengan sesekali menimpali, bertanya atau memberikan pendapat, sesekali saja, tak boleh porsinya lebih banyak dari yang sedang kita dengarkan, (dan jangan memotong pembicaraan kalo ga mendesak) Walaupun sebenarnya kita tak tertarik dengan apa yang dibicarakan? yup.. tetaplah antusias, believe me, it's worth it. Pasti ada sesuatu yang bisa dapatkan dari pembicaraan tersebut. 

Ah ya.. jangan lupa hiasi dengan senyuman. Bukan..bukan bibirmu yang tersenyum, tapi senyumkan matamu, senyumkan wajahmu. Saya punya seorang teman pendengar yang sangat baik. Jika orang lain berbicara, dia tersenyum, sekali lagi bukan bibirnya yang tersenyum (karena toh bisa saja topik pembicaraannya adalah sesuatu yang menyedihkan), tapi mata dan wajahnya yang tersenyum. How to do it? Actually I didn't know, saya sendiri belum yakin apakah saya sudah bisa menerapkan ini atau belum (orang lain yg bisa menilai), tapi menurut saya, senyum ini sebenarnya muncul dari hati. Hati yang tersenyum, hati yang ikhlas, hati yang tulus melakukan apa yang sedang dilakukan. Sepertinya simple ya? :)

Noted : Please jangan mendengarkan sambil maenin gadget! Siapa pula yang ga sebel kalo sedang berbicara dan yang diajak bicara justru fokus pada gadgetnya. Mending usah sekalian, puas-puasin maen gadget dulu deh, baru belajar mendengarkan. Ok!

Mendengar itu menyenangkan. Memangnya kau tidak berbahagia ketika melihat orang yang curhat panjang kali lebar sama dengan luas, kemudian wajahnya terlihat lega dan ringan? Bukankah itu membahagiakan? :) Percaya deh, dengan hanya didengarkan, seseorang akan merasa sangat dihargai dan dihormati. Ga usah berharap balesan sih (kalo berharap mah sama Allah aja, jangan sama manusia), tapi setiap kebaikan pasti akan berbuah kebaikan pula, dalam bentuk apapun itu. 

Pssttt... mendengar juga akan melatih kita bertahan menghadapi orang-orang galak :) Kalo ada orang cerewet lagi marah-marah, cukup diam duduk manis, tak usah mengiyakan, menyaut atau menentang, timpali saja dengan kata-kata "Oo..", "Hmm..", kecuali kalo ditanya, ya jawab apa adanya, atau kalo orang tersebut bilang "Kok diam aja?!", jawablah "Karena saya harus benar-benar fokus mendengarkan anda". Dengarkan sampai benar-benar selesai, nanti dia akan cape sendiri kok :) Malahan mungkin amarahnya akan reda karena terharu melihat wajah tulus kita sedang mendengarkan.

Ada tuh slogan keren salah satu perusahaan asuransi terkemuka. "Always listening, always understanding". Kalo mau mendengarkan, pasti akan memahami.

Anyway, Saya ga akan bilang bahwa mendengarkan itu susah. Mendengarkan itu simple! Sesimple duduk nonton tivi atau dengerin radio. Gak percaya? Hayuk kita coba :)


"Listen up, then speak up" 

Born Day

Selamat tanggal 2 Oktober!

Terima kasih Allah, masih memberiku nafas kehidupan hingga hari ini
Terima kasih Allah, atas fajar, mentari dan alam semesta yang masih setia menjalankan tugasnya dalam menemani hari hariku
Terima kasih Allah, telah mengizinkanku utk selalu berada di sekeliling cinta & kasih sayang orang tua, keluarga, sahabat, dan teman-temanku
Terima kasih Allah, atas segala nikmat, rahmat & berkah, yang sungguh tak pernah bisa terhitung dan terbalas olehku
Terima kasih Allah,atas terkabulnya doa2 yg kupanjatkan selama hidupku dan doa2 orang lain yang menyebut namaku di dalamnya
Terima kasih Allah, untuk hari ini, hari2 kemarin dan hari2 selanjutnya
Terima kasih batik indonesia telah memeriahkan hari lahirku

Allah, mohon bahagiakan keluargaku dan orang-orang disekitarku
Mohon ampuni dosa-dosaku dan mereka
Mohon jauhkan aku dan mereka dari sakit dan kesusahan
Mohon limpahkan rezeki yang baik dan halal bagiku dan bagi mereka
Mohon  mudahkan langkahku dan mereka dalam aktivitas kami masing-masing
Mohon jadikan aku dan mereka sebagai manusia yang bisa bermanfaat untuk sekitar
Mohon teguhkan aku dan mereka di jalanMu
Mohon bimbing aku dan mereka menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin
Mohon ijinkan aku segera bertemu dengan tulang rusukku :

I'm always excited when October come. Seru aja, di bulan ini banyak banget yang mendoakan dan meng-amin-kan. Rasanya ingin bersyukur sebanyak-banyaknya sama Allah. Dan karena kita dianjurkan banyak berdoa, saya pun ingin berdoa sebanyak-banyaknya sama Allah :)



Mama Cake : Anything Happens for a Reason

Agak heran sih, sama orang Indonesia yang anti nonton film Indonesia, ga mau nonton kalo bukan film Hollywood. But not for me, bisa dibilang saya pergi ke bioskop hanya untuk menonton film Indonesia (yang berkualitas tentunya). Nah, ini salah satu film Indonesia yang layak diacungin empat jempol, dan diberi standing applause, judulnya Mama Cake.

Oke, awalnya saya kira ini film bergaya teenlit yang ga jauh-jauh ceritanya kaya film Brownies, Saus Kacang, dsb.. Apalagi film ini sebelumnya sama sekali ga kedengeran iklannya (atau saya yg ga tau :D), biasanya kalo film kan heboh promo disini promo disana, supaya orang-orang berduyun-duyun nonton dan bisa balik modal. Tapi setelah baca banyak review nya di internet dan banyak yang merekomendasikan, akhirnya saya bertekad harus mensukseskan film ini dengan menontonnya di bioskop. 

Well, synopsis nya bisa dilihat disini yah 

Little Big Bite for a bigger soul!
Sebuah film drama comedy pop urban tentang perjalanan sehari semalam dari tiga orang sahabat, Rakha (Amanda Omesh), Willy (Boy William) dan Rio (Arie Dagienkz) dalam membeli sebungkus brownies MAMA CAKE, permintaan seorang nenek yang sedang sakit keras
Mengambil tempat di dua kota: Jakarta dan Bandung, dinana pada kedua kota besar inilah terjadi invasi besar-besaran akan arus budaya dan pemikiran barat yang telah jauh mengikis bangsa Indonesia dari nilai-nilai agama dan budaya ketimuran yang konon melekat erat disana
Perbedaan karakter, pemikiran dan gaya hidup yang sangat jelas dari ketiga sahabat itu pun membawa konflik dan mengangkat isu-isu tajam seputar agama dan social. Hingga akhirnya mereka dihadapkan pada persimpangan dimana persahabatan, cinta, takdir dan tujuan hidup menjadi pilihan yang nyata dalam hidup mereka

There are make this Movie is Different!!

Pertama, adanya efek animasi bergaya Popart & komikal, bikin film ini beda. Seinget saya sih, belum ada yah film Indonesia yang pake animasi kaya gini (atau saya yang belum pernah nonton, tau deh..) Yang jelas ini ga seperti film Indonesia biasanya, dan beda itu Keren!

Kedua, tentang sosok Rakha yang rambutnya di cat merah. Lo pikir semua orang yang rambutnya dicat adalah anak berandal gitu?! nop.. Ternyata doi adalah anak penurut pada orang tua, memegang amanah, memegang prinsip, takut pada dosa, menghindari narkotik, rokok, dan pergaulan bebas. Nih, perkataan keren anak muda jaman sekarang :
"Beda tipis antara Entertainment dengan Pembodohan"
"Kalo lo percaya teori Darwin, berarti lo ga percaya sama Tuhan"

Ketiga, saya pengen mengomentari tentang persahabatan para cowo.. Saya harus bilang WOW! Ternyata bener yah, para cowo kalo marahan sama temennya ga pernah lama-lama, mereka lebih cepat untuk memaafkan, bahkan hanya dalam hitungan jam, beneran wow!

Keempat, sosok Fajar Umbara (lupa nama tokohnya). Lupakan sejenak tentang kemisteriusannya. Lihat sosoknya, Rambut gondrong, pake jeans belel, muka kucel, tapi ya ampun.. dia pemaaf, penolong, berilmu, dan taat. Banyak di film ini yang bakal bikin kita sadar klo kita ga boleh Judge a book by its cover!

Oke, sekarang kita bahas tentang beberapa kemisteriusan cerita dalam film ini. Yang paling misterius adalah tentang Sosok Fajar Umbara. Pertama muncul, dia ketabrak mobil Rakha, tapi ga luka sedikit pun. Kemudian dia tiba2 tau kalo William pernah nyobain makan otak monyet, padahal percakapan ini terjadi sebelum mereka ketemu. Kejadian misterius lainnya waktu Rakha yang tiba-tiba ditimpuk tomat dari mobil sayur kemudian akhirnya berhasil melarikan diri dari kejaran orang sekampung. Terus ada Mobil ambulance yang tiba2 tombol sirine nya kepencet tomat dan akhirnya menyelamatkan William dari keroyokan preman. Pada saat yang sama Rio dikasih tomat sama Fajar Umbara. Semuanya dalam waktu bersamaan. Eh ada apa dengan tomat emangnya? kenapa harus tomat? :D 

Yang paling bikin merinding adalah kejadian di Rumah Sakit. Rakha akhirnya ketemu sama neneknya yang udah sehat dan dengan lahap memakan Brownis Mama Cake yang dibawa Rakha. Waktu ditanya "Nenek pulang sama siapa?" "Dijemput sama temen". Neneknya Rakha juga tiba-tiba nanyain tentang Mawar, dan ternyata... Pada saat percakapan ini terjadi, Nenek Rakha (yang sebenarnya) dalam keadaan kritis dan kemudian meninggal. Fiuhh... I dont have Idea for this, tapi biasanya orang yang akan meninggal memang memberikan pesan-pesan penting pada orang yang disayanginya, lewat apapun...
"Yang penting hatinya dulu yang dibenerin, baru otaknya dipinterin" - kata neneknya Rakha-

Sebelum Rakha masuk ke kamar Neneknya, dia ketemu Fajar Umbara yang katanya "Habis jemput temen", nah lho.. *makin merinding
Tapi lupakan lah... Seperti kata Mawar, "Anything Happens for a Reason", Di dunia ini ga ada yang kebetulan Bro n Sist.. :)

Salah besar kalo para penonton menganggap film ini ceritanya mengalir biasa aja. Tonton sampe selesai, ya..sekali lagi, sampe selesai.. karena saya heran juga, sampe filmnya habis dan tinggal tittle credit, lampu bioskop belum juga dinyalain. Ternyata di bagian akhir film ada agedan Candil (pemeran penjaga toko Mama Cake) ngasih foto Rakha & Mawar ke seorang Ibu, lalu Ibu tersebut menangis. Dan.. barulah saya mengerti. Semua kemisteriusan itu jadi masuk akal. 

Jadi begini, Ibu yang menangis tadi ternyata adalah ibunya Rakha, yang mungkin sudah lama ga ketemu, atau bahkan dibilangin udah meninggal (karena pada percakapan antara Rakha & ayahnya keliatan banget kalo ayahnya ini benci banget sama ibunya). Ibunya Raka ini ternyata adalah pemilik Toko Mama Cake. Neneknya Rakha tau bahwa hidupnya ga lama lagi, makanya dia pengen Brownies Mama Cake langsung dari pusat tokonya di Bandung, supaya Rakha bisa ketemu sama ibunya. Nah, Nenek & Ibu Rakha, kemudian mengatur perjalanan Rakha ke Bandung. Fajar Umbara & Mawar adalah orang-orang yang dipersiapkan untuk menemani perjalanan nya Rakha..
ya.. kira-kira begitulah, paragraf terakhir ini kesimpulan & persepsi pribadi sih :)

Nilai 8 dari 10 untuk film Mama Cake, minus 2 untuk adegan pelukan & ciuman nya, saya sih berharap sih ga ada adegan seperti itu.. tapi mungkin itu yang bisa membuat film ini terlihat lebih nyata dan apa adanya, sebuah gambaran dari kondisi kehidupan remaja jaman sekarang.

Nih quote favorit saya dari film ini
"Hari gini gitu ga zakat, apa kata akherat!"
Siapa yang menyangka film ini adalah film bertema religi..
Full with lesson of life... 

Recommended Movie.. Ayo tonton film Indonesia! :)




HP Tidak Bisa Dicharge

Sebelumnya, perlu diketahui, ini bukan blog atau tulisan berbayar :)


Untuk urusan telpon dan sms, saya mempercayakan pada sebuah HP imut bermerk Samsung, type GT-E1195. Kenapa imut? karena yang punya imut-imut, hehe.. *abaikan* Karena ukurannya memang imut banget. Ini HP berjenis flip. Begini penampakannya :

Imut kan? Tapi ini bukan HP saya, cuma ngambil gambar dari internet


Dua hari yang lalu, saya sedang dalam perjalanan seharian, lupa kalo batere HP low, dan akhirnya matilah dia. Sampai di rumah, saya tidak langsung charge, karena charger ketinggalan di kost. Keesokannya, saya charge di kost, eh itu HP ga mau nge-charge, dipindah-pindah ke stop kontak lain, hasilnya tetep sama, ga mau nge-charge. Antara panik dan tidak panik. Panik karena HP ini baru dipakai sebulan (walaupun murah - 280 ribu - tapi tetep aja itu duit. Tidak panik, kan saya masih punya HP lain untuk komunikasi *mulai sombong*

Sebagai konsumen yang tak mau rugi, saya segera membawa HP ini ke Samsung Mobile Service Centre terdekat di ITC Roxy Mas. Baru pertama kali ini service HP. Service centre-nya sederhana dan modern. Yes, kemodernan ternyata tidak harus identik dengan kemewahan. Tiap Customer yang dateng harus ambil nomor antrian, kaya di bank-bank itu lho, tinggal pencet trus keluar nomor *norak*. Jadi ga ada customer yang nyelak-nyelak. Dan disinilah saya agak berbangga dengan perempuan Indonesia, karena semua petugas service centre adalah perempuan (termasuk teknisi nya).

Kembali ke HP. Saya duduk berhadapan dengan Mba teknisi.
"kenapa HPnya mba?"
"kemarin baterenya habis, trus ga bisa dicharge"
Lalu mba teknisi dengan lincah memeriksa HP saya, mencari-cari sesuatu di kolong mejanya. 3 menit kemudian, dengan tenang Mba teknisi bilang,
"HPnya ga kenapa-kenapa kok mba, ini bisa nyala"
"Hah?!?! Masa sih?" *antara senang dan malu*
"Itu pake batere saya?"
"Iya"
"Pake charger saya?"
"Iya" *gubrakkkk*
"Kemarin pasti HPnya low bat sampai mati total ya?"
"Iya mba" *tau aja Mba teknisi*
"Lain kali jangan sampai mati total, dia agak susah untuk nyala lagi, harus dipancing dulu pake batere lain"
"Oooo..gitu ya"
"Ini mau langsung diambil HPnya atau di charge dulu?"
"Dicharge dulu aja deh mba, takut mati lagi"

Bener deh, bertahun-tahun saya punya HP, baru kali ini ada kasus HP ga boleh mati total. Udah gitu pake harus dipancing sama batere lain. Tapi baiklah, daripada terjadi lagi hal yang sama, akan saya turuti nasehat Mba teknisi. 


Agak gimana gitu ya, dateng ke service centre, cuma buat ngecharge HP :D




Suatu pagi di atas kereta

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat" (QS Al Baqarah : 214)


Sabtu kemarin saya, mama, dan tante saya bareng-bareng pergi ke Tanah Abang naik kereta kududuk dimuka, kududuk samping pak kusir yang sedang #eh #salahfokus... :p Ceritanya mau belanja-belanji. Kita janjian ketemu di Stasiun UI jam 07.00 karena menurut jadwal, kereta akan sampai & berangkat lagi jam 07.15. Saya & mama sampai di UI jam 06.45, tante saya belum keliatan batang kacamatanya. Akhirnya saya putuskan untuk keliling stasiun cari tante, tapi nihil. jam 07.00 tepat terdengar pengumuman kalo kereta sudah masuk stasiun. Gawat, padahal jadwalnya 07.15 dan padahal tante saya belum ketauan ada di mana. Untungnya kereta berhenti agak lebih lama dari biasanya *tumben banget*, jadi dengan sigap saya telpon tante
"Tante, ada dimana?"
"Di Stasiun, diah dimana?"
"Di Stasiun juga, lah tadi kok Diah cariin ga ada" *baru kepikiran kenapa ga telpon dari tadi* -_-'
"Ada kok di pojokan"
"Ini keretanya udah ada nih, gimana dong"
"Ya udah, naek aja"

Okey, saya dan mama pun naik ke kereta, urusan ketemuan, nanti dululah. Tapi tak berapa lama, tante saya muncul dari gerbong lain. Alhamdulillah, cukup lega, ternyata beliau udah naik juga. Tapi..
"Diah, tiketnya udah dibeliin kan?" *tuingggg**
"lah..belum, kirain tante udah beli sendiri"
"belum beli, tadi kata Diah udah ada" *tuinggg lagi** 
(dalam hati : keretanya yang udah ada, bukan tiketnya)

Petugas KA mulai mendekat, saya mulai keringet dingin dan mulai menyusun rencana. Antara rencana licik dan rencana jujur. Tiba-tiba terjadilah peristiwa itu *Zoom in Zoom out*
"Pak, pak.. saya minta maaf nih pak, ini ada kesalahpahaman saya sama keponakan saya. Saya kira tiketnya sudah dibeliin ternyata belum, jadi gimana ya pak"
"aduh gimana ya bu..." *sejenak diam*
"Kalo sesuai prosedur, harusnya ibu diturunin, atau kalo ngga, harus bayar denda"
"Dendanya berapa pak?"
"Yaa...lumayan gede bu" *hening lagi, agak lama*
"Ya udah bu, coba dicari lagi tiketnya di tas"
Kemudian benar-benar hening. 

Saya berpikir agak keras mencerna kejadian ini. Pak petugas gimana tho, udah jelas-jelas tadi kita bilang ga beli tiket, kok disuruh di cari di tas. *doongggg** Dan saya pun sadar, itu sinyal dari petugas bahwa dia menoleransi kami yang ga beli tiket. Alhamdulillah, petugas yang sangat baik hati. Tak lama kemudian ada bapak-bapak yang juga baik hati memberikan tiketnya pada tante saya (karena nanti pas mau keluar stasiun biasanya diperiksa lagi). Bapak-bapak ini tak mau uang tiketnya diganti.

Subhanallah banget deh.. Mungkin bagi orang lain, kejadian seperti ini sangat remeh temeh, tapi tidak untuk saya yang mengalami langsung. Bukti bahwa pertolongan Allah itu dekat memang benar-benar terjadi. Coba bisa aja kan petugas tadi mood-nya lagi ga bagus, trus saklek memberlakukan prosedur pada kami, atau bisa aja ga ada Bapak-bapak baik hati kemudian di luar kami ditanyai tiket. 

Jadi, percaya deh kalo pertolongan Allah memang dekat, tentunya dalam berbagai cara. Dan orang-orang baik hati memang masih banyak tersebar di muka bumi ini. Juga orang-orang jujur dan mau mentaati prosedur seperti tante saya, masih banyak.. :)

Terimakasih!



Batu di Malam Hari yang Spektakuler

Hei, saya baru tau kalo kota Batu itu sudah pisah dari Malang, dan menjadi kota sendiri, Kota Batu. Menurut saya kota ini, keren (pake banget). Batu itu semacam "Puncak"nya Malang. Alun-alun Kota Batu konon katanya mencapai Milyaran, yah, gak heran sih, mungkin ini satu-satu nya alun-alun kota di Indonesia yang ada Kincir Raksasa nya (semacam di Dufan), dan lebih unik lagi, bangunan toilet umumnya berbentuk apel (khas Kota Batu).

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan visit ke Batu, menginap di Hotel Kusuma Agro Wisata. Katanya mas-mas guide sih, hotel ini sering dipake sama Pak Pres kalo lagi liburan ke Batu. Dalam hati sihh... so what gitu loh... lo mau bangga karena nginep di hotel yang sering dipake presiden? ya elah.. presiden juga manusia kali. Oke, skip that. Saya mau cerita tentang sebuah tempat wisata di Batu yang menurut saya amat sangat keren banget.


Namanya Batu Night Spectacular (BNS). Waktu dijelasin sama mas guide, saya kira tempat ini cuma semacam pasar malem gitu deh, tapi ternyata saya salah! Iya sih, saya emang belum pernah dateng ke Trans Studio di Bandung apalagi di Makassar, yang konsepnya indoor dan banyak lampu-lampu itu. Tapi menurut saya BNS lebih alami dalam menampilkan keindahan cahaya lampu.  Karena malam hari, kegelapannya itu jadi natural, ditambah hawa-hawa Batu yang dingin gimana gitu, ini tempat jadi asik banget. Saya sih berasa kaya di luar negeri, kaya di film-film *norak level tinggi. Dimana lagi coba, tempat di Indonesia, yang ada wahana-wahananya, ada tempat nongkrong-nongkrongnya, ada tempat jualan souvenir yang luas (banget), buka di malam hari!


Meskipun wahana-wahananya ga seekstrim di Dufan, tapi jumlahnya banyak banget dan cukup seru. Sampe ada tempat ice skating, paintball, karoke, di Dufan or Trans Studio mana ada.. Sayangnya waktu itu karena saya & rombongan dikasih waktu cuma 1,5 jam (fiuhhh....) jadi cuma sempet naek bom-bom car, rumah yang diputer-puter (ga tau apa namanya), sama masuk ke lampion garden buat foto-foto. Segitu aja udah kerasa serunya, apalagi saya pergi bareng rombongan orang-orang kantor yang biasanya kita ngomongin kerjaan mulu, kali ini waktunya hepi-hepi :D. 

Next time, kalo ada waktu saya pasti kesini lagi.. harus! :)





Kontak di YM Hilang

Kaget tujuh keliling waktu buka YM di HP tadi sore, coz all my contact is gone, yes...gone!! dan tersisa hanya 3 orang. Awalnya cuma mikir mungkin HP saya yang rada error, atau jaringan yang lagi ga oke. Ternyata waktu buka YM di laptop pun demikian keadaannya, semua kontak hilang..ya..hilang. Ada temen yang nyaranin buka pake ebuddy, tapi tetep hilang, tetep begitu keadaannya. You know what, kehilangan kontak di YM itu rasanya kaya kehilangan phonebook HP. yaa.. emang sih, YM sekarang jarang banget dipake, karena udah ada media chitchat lain yang lebih simpel kaya Whatsapp, facebook messenger (ga nyebut BBM karena ga punya BB), tapi YM masih jadi pilihan yang dipilih untuk media chitchat, karena adakalanya orang-orang berganti HP, berganti nomor, tapi jarang yang berganti YM. Dan kontak YM saya itu terdiri dari kumpulan temen-temen sejak jaman kenal internet di kuliahan.

Meski dalam keadaan panik karena kehilangan, saya mencoba tetap tenang #ehem. Saya kulik-kulik akun email saya. Ketemu tab "Kontak". Disitu ada pilihan "Kontak yang telah dihapus". Beberapa detik setelah saya klik itu..deng dongggg... ada 231 kontak yang telah dihapus. Dua ratus tiga puluh satu, sodara-sodara!! Siapa yang udah ngehapus? Hacker? Kesalahan pihak yahoo mail? problem ama sayah?? Fine!! #ngelusdada 
Sabar...sabar...

Masih ada harapan deh. Karena disitu ada pilihan "Kembalikan kontak" atau "Hapus selamanya". Tentunya saya pilih yang pertama. Kembalikan kontak. Alhamdulillah otomatis kontak di YM muncul semua, walaupun yaa... harus nunggu diapprove satu persatu. Okey, no problem, yang penting kontak nya masih pada ada.

Penyebab kehilangan kontak di YM ini masih belum saya temukan. Demi keamanan, saya ganti password yang super susah. Ini kedua kalinya saya ganti password. Sebelumnya, ada yang pake alamat email saya untuk bikin akun di facebook. Itu orang enak aje pake email orang buat bikin akun facebook, ya sudahlah saya ganti password, saya hapus semua daftar teman-teman facebooknya, saya ganti nama & foto profilnya, itu pelajaran buat dia.

Urusan email aja serius amat? yaa... seriuslah.. tapi santai aja. Meskipun saya bukan orang penting yang akun emailnya harus di hack, tapi khawatir aja kalo email di hack terus kirim yang macem-macem ke kontak temen-temen yang ada di email saya. kan jadi merugikan banyak pihak.



Yang salah dianggap benar, Yang benar dianggap salah.

Lagi rame-rame konser Lady Gaga. Konon orang-orang pada merasa aneh dengan pelarangan konser sang artis ini di Indonesia. Kalo saya sih malah aneh sama orang-orang yang protes atas pelarangan tersebut. Jadi gini ya, kalo misalnya dulu-dulu artis-artis barat seksi ga pernah dilarang kemudian sekarang dilarang ya berarti ini kemajuan. Sebaliknya, kalo yang sekarang ga jadi dilarang cuma karena gara-gara dulu-dulu juga ga pernah dilarang, trus kapan majunya?? . Ini sama aja kaya membiarkan koruptor yang baru ketauan korupsi karena sebelum-sebelumnya para koruptor yang juga ketauan ga pernah ditangkap. Atau membiarkan situs porno ga diblokir hanya karena situs porno lainnya akan terus bermunculan lagi dan lagi. 

Kok pada nyaman banget dengan kesalahan-kesalahan yang berulang-ulang? Kenapa pada nyaman banget dengan "biarkan apa adanya seperti yang sudah-sudah"? Jadi kapan mau berubah?
Lama-lama yang salah dianggap benar dan yang benar dianggap salah. 

Islam itu dimulai dalam keaadaan asing dan suatu saat akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing tersebut" (HR. Muslim)







Ketika dunia ini berputar terlalu cepat


Merasa dunia ini berputar telalu cepat? Tak pernah merasa cukup istirahat setelah seharian bekerja? Tak pernah puas tidur di malam hari, sekalipun tidur cepat dan bangun siang? Merasa sibuk dengan pekerjaan dan tak ada Tak ada waktu cukup untuk melakukan semua hal?

Hati-hati!!

Ini adalah gejala bahwa kita tidak menggunakan waktu dengan hal-hal yang berarti. Menonton tivi, berselancar di internet, bercengkrama dengan teman-teman, ehm..saya tidak bilang bahwa itu semua adalah perbuatan yang tidak berarti. Tentu saja akan berarti, jika.. sesuai dengan porsinya. Masalahnya adalah, kita sering lupa (atau tidak tahu?), bagaimana porsi yang pas untuk semua hal yang kita lakukan.

Mari perhatikan yang ini,
Menonton berita setengah jam dengan menonton sinetron dua jam. Dua-duanya sama-sama menonton tivi, tapi banyak orang sudah merasa puas dengan menonton berita setengah jam dan tidak puas dengan menonton sinetron dua jam. Dari sini kita bisa memilih dengan jelas, mana porsi yang lebih baik (dan benar).

Jangan terlalu serius dengan urusan menonton tivi. Karena urusan kita selain itu banyak sekali. Jadi sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui bagaimana porsi yang pas, semua hanya soal kebiasaan dan keberanian.

Biasa meninggalkan hal-hal bukan proritas yang membutuhkan banyak waktu.
Berani memerangi musuh yang paling enggan dimusuhi yang bernama MALAS.

Biar saja dunia ini berputar dengan cepat. 
Biar saja jika di malam hari kelelahan yang kita rasakan itu amat sangat. 
Asalkan dalam sehari, hidup kita dipenuhi hal-hal yang berarti.